Kremlin: Pembebasan Savchenko Tak Terlalu Pengaruhi Hubungan UE-Rusia
Kamis, 26 Mei 2016 - 19:27 WIB
Kremlin: Pembebasan Savchenko Tak Terlalu Pengaruhi Hubungan UE-Rusia
A
A
A
MOSKOW - Juru bicara Kremlin, Dmrtry Peskov menuturkan, keputusan pemerintah Rusia untuk membebaskan pilot perempuan Ukraina, Nadezhda Savchenko tidak akan terlalu berpangruh pada normalisasi hubungan antara Rusia dan Uni Eropa (UE). Savchenko dibebaskan paska adanya kesepakatan pertukaran tahanan antara Ukraiana dan Rusia.
UE adalah salah satu pihak yang mendesak Rusia untuk membebaskan Savchenko. UE bahkan menggunakan Savchenko sebagai "alat penawaran" jika Rusia ingin UE mencabut sanksi ekonomi yang setidaknya dua tahun ini membelenggu Rusia.
Meski demikian, Peskov pesimis bahwa pembebasan Savchenko ini akan membawa dampak besar dalam perbaikan hubungan Rusia dan UE. "Pembebasan Savchenko tidak membuat upaya ini menjadi lebih mudah," ucap Peskov.
"Kembalinya orang-orang kita ke Moskow dan mengampuni Savchenko dan mengirimkan kembali dia ke Kiev hampir tidak dapat dianggap sebagai sesuatu yang mampu secara signifikan mengubah suasana saat ini, yang tentu saja kami ingin lihat menjadi lebih konstruktif," sambungnya, seperti dilansir Reuters pada Kamis (26/5).
Hubungan Rusia dan UE mulai memburuk paska konflik di Ukraina pecah dua tahun lalu. UE menilai Rusia terlibat dalam konflik tersebut, dan memutuskan untuk menjatuhkan saksi ekonomi kepada Negeri Beruang Merah itu.
Pemebasan Savchenko sendiri terjadi kemarin, setelah berlangsungnya negosiasi panjang antara Presiden Ukraina Petro Poroshenko dan Presiden Rusia Vladimir Putin. Wanita berambut hitam itu ditukar dengan dua orang warga Rusia yang menjadi tahanan di Ukraina.
Namun, tidak lama setelah dibebaskan dirinya membuat pernyataan yang mampu membuat pemerintah Rusia naik pitam. Savchenko menyerukan kepada warga Rusia untuk menentang pemerintah, jika ingin hubungan dengan Ukraina kembali normal.
UE adalah salah satu pihak yang mendesak Rusia untuk membebaskan Savchenko. UE bahkan menggunakan Savchenko sebagai "alat penawaran" jika Rusia ingin UE mencabut sanksi ekonomi yang setidaknya dua tahun ini membelenggu Rusia.
Meski demikian, Peskov pesimis bahwa pembebasan Savchenko ini akan membawa dampak besar dalam perbaikan hubungan Rusia dan UE. "Pembebasan Savchenko tidak membuat upaya ini menjadi lebih mudah," ucap Peskov.
"Kembalinya orang-orang kita ke Moskow dan mengampuni Savchenko dan mengirimkan kembali dia ke Kiev hampir tidak dapat dianggap sebagai sesuatu yang mampu secara signifikan mengubah suasana saat ini, yang tentu saja kami ingin lihat menjadi lebih konstruktif," sambungnya, seperti dilansir Reuters pada Kamis (26/5).
Hubungan Rusia dan UE mulai memburuk paska konflik di Ukraina pecah dua tahun lalu. UE menilai Rusia terlibat dalam konflik tersebut, dan memutuskan untuk menjatuhkan saksi ekonomi kepada Negeri Beruang Merah itu.
Pemebasan Savchenko sendiri terjadi kemarin, setelah berlangsungnya negosiasi panjang antara Presiden Ukraina Petro Poroshenko dan Presiden Rusia Vladimir Putin. Wanita berambut hitam itu ditukar dengan dua orang warga Rusia yang menjadi tahanan di Ukraina.
Namun, tidak lama setelah dibebaskan dirinya membuat pernyataan yang mampu membuat pemerintah Rusia naik pitam. Savchenko menyerukan kepada warga Rusia untuk menentang pemerintah, jika ingin hubungan dengan Ukraina kembali normal.
(esn)