Demo Anti-Donald Trump di New Mexico Berubah Jadi Kerusuhan

Rabu, 25 Mei 2016 - 16:42 WIB
Demo Anti-Donald Trump...
Demo Anti-Donald Trump di New Mexico Berubah Jadi Kerusuhan
A A A
ALBUQUERQUE - Demo damai dari kelompok yang menentang kandidat calon presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump di Albuquerque, New Mexico, berubah menjadi kerusuhan.

Polisi anti-huru hara bentrok dengan sekitar 100 demonstran anti-Donald Trump, pada Selasa malam waktu setempat atau hari ini (25/5/2016) WIB.

Semula Donald Trump berkampanye di depan sekitar 4 ribu pendukungnya di Albuquerque Convention Center. Namun, sekitar 100 demonstran yang menentang Trump tiba.

Bakal capres dari Partai Republik itu bersama ribuan pendukungnya meninggalkan lokasi kampanye. Sedangkan massa anti-Trump bersikeras bertahan.

Polisi berusaha membubarkan demonstran dengan menembakkan granat asap. Tindakan polisi memicu kemarahan massa yang membalas dengan melempar batu, botol plastik, serta membakar T-shirt dan barang-barang lain di lokasi demo.

Kepolisian Albuquerque melalui Twitter mengatakan bahwa beberapa perwira polisi dirawat akibat terluka setelah terkena lemparan batu. Satu demonstran ditangkap.

Ketika Trump berkampanye, demonstran berteriak dan mengangkat spanduk yang menghujat miliarder AS itu. Massa menolak perintah polisi untuk menurunkan spanduk.

“Trump adalah fasis,” bunyi salah satu spanduk demonstran. ”Kami sudah cukup mendengarnya,” bunyi spanduk lainnya, seperti dikutip Fox News.

Trump yang dihujat menanggapi dengan gertakan dan ledekan kepada para demonstran. ”Pulanglah ke ibu,” ledek Trump.

Trump bahkan menanggapi seorang demonstran dengan bertanya, "Berapa umur anak ini?". Trump lantas melanjutkan; ”Masih memakai popok."

Para pendukung Trump membela bakal capres AS itu dengan teriakan; ”Bangun dinding itu!". Teriakan ini mengacu pada rencana Trump untuk membangun dinding perbatasan AS dan Meksiko untuk mencegah para imigran Meksiko memasuki wilayah AS secara ilegal.

Seorang pengacara di Albuquerque, Doug Antoon, mengatakan batu berterbangan melalui jendela
pusat konvensi. Pecahan kaca juga mendarat di dekat kakinya.

”Ini bukan protes, ini adalah kerusuhan. Ini adalah kelompok kebencian," katanya.
(mas)
Berita Terkait
Pilpres Bagi Diaspora...
Pilpres Bagi Diaspora Indonesia di Amerika Serikat
Pilpres Amerika Serikat...
Pilpres Amerika Serikat Diwarnai Kericuhan di Washington
Pilpres Amerika Serikat,...
Pilpres Amerika Serikat, Kemenangan Biden Makin Nyata
Amerika Serikat Akan...
Amerika Serikat Akan Kembali Menjadi Mercusuar Dunia
Pilpres Amerika Serikat,...
Pilpres Amerika Serikat, Antusiasme Masyarakat Berikan Suara Tinggi
Pilpres Amerika Serikat,...
Pilpres Amerika Serikat, Buku Jadi Senjata Politik AS
Berita Terkini
Korea Utara Marah AS...
Korea Utara Marah AS Jual Rudal Canggih ke Korea Selatan, Menyebutnya Ekspor Perang
23 menit yang lalu
Profesor AS: Israel,...
Profesor AS: Israel, Bukan Iran, yang Jadi Ancaman Nuklir Utama di Timur Tengah
58 menit yang lalu
Trump: AS dan Iran Teken...
Trump: AS dan Iran Teken Kesepakatan Hari Ini, Selat Hormuz Akan Dibuka untuk Semua
1 jam yang lalu
10 Negara dengan Rudal...
10 Negara dengan Rudal Balistik Terkuat di Dunia, Juaranya Bukan AS
2 jam yang lalu
Pentagon Mengungkap...
Pentagon Mengungkap Kumpulan Data UFO Baru, Apakah Banyak Kejutan?
4 jam yang lalu
Koridor Dagang Ankara...
Koridor Dagang Ankara dan Riyadh Buat Israel Ketar-ketir, Ini 3 Pemicunya
5 jam yang lalu
Infografis
Saat Sekutu Berhenti...
Saat Sekutu Berhenti Menuruti Donald Trump
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved