Dipermalukan Polisi Rusia, 11 PSK dan Kliennya Diarak Tanpa Busana
Kamis, 19 Mei 2016 - 09:21 WIB
Dipermalukan Polisi Rusia, 11 PSK dan Kliennya Diarak Tanpa Busana
A
A
A
ST PETERSBURG - Aparat polisi Rusia mempermalukan 11 perempuan pekerja seks komersial (PSK) dan para kliennya dengan mengarak mereka tanpa busana di jalanan kota sebelum akhirnya dimasukkan ke mobil polisi.
Tindakan polisi Rusia itu direkam orang yang lewat di sebuah kota di St Petersburg.
Polisi sebelumnya menggerebek mereka di rumah bordil ilegal di sebuah kota di Vasilyevsky Island. Tiga orang melarikan diri melalui pintu belakang ketika penggerebekan berlangsung.
Para perempuan PSK yang dipermalukan di jalanan itu menangis dan menunduk malu. “Polisi menyerbu masuk ke bangunan dan beberapa saat kemudian meninggalkan (bangunan) dengan PSK telanjang dan menangis,” kata seorang saksi mata.
Tindakan polisi itu memicu pro dan kontra ketika rekaman tersebut diunggah secara online. Sebagian mendukung tindakan polisi, dan sebagian lagi menyayangkannya karena yang seharusnya dipermalukan adalah mucikari.
“Oh, ini akan menjadi jauh lebih menyenangkan, meskipun jika itu terjadi di siang hari!,” bunyi komentar seorang netizen Rusia, Natalia Lukyanova.
“Mereka harus membuat mucikari telanjang di jalan-jalan, bukan gadis-gadis itu,” bunyi komentar netizen lainnya, Sergey Kulik, seperti dikutip Mirror, semalam.
Penggerebakan itu menyusul laporan mantan petinju terkenal dan petarung MMA asal Rusia; Viacheslav Datsik.
Datsik yang menyebut dirinya Red Tarzan telah menyatakan perang terhadap prostitusi di kota itu. Dia kerap mendesak polisi untuk menyerang rumah-rumah bordil.
Tindakan polisi Rusia itu direkam orang yang lewat di sebuah kota di St Petersburg.
Polisi sebelumnya menggerebek mereka di rumah bordil ilegal di sebuah kota di Vasilyevsky Island. Tiga orang melarikan diri melalui pintu belakang ketika penggerebekan berlangsung.
Para perempuan PSK yang dipermalukan di jalanan itu menangis dan menunduk malu. “Polisi menyerbu masuk ke bangunan dan beberapa saat kemudian meninggalkan (bangunan) dengan PSK telanjang dan menangis,” kata seorang saksi mata.
Tindakan polisi itu memicu pro dan kontra ketika rekaman tersebut diunggah secara online. Sebagian mendukung tindakan polisi, dan sebagian lagi menyayangkannya karena yang seharusnya dipermalukan adalah mucikari.
“Oh, ini akan menjadi jauh lebih menyenangkan, meskipun jika itu terjadi di siang hari!,” bunyi komentar seorang netizen Rusia, Natalia Lukyanova.
“Mereka harus membuat mucikari telanjang di jalan-jalan, bukan gadis-gadis itu,” bunyi komentar netizen lainnya, Sergey Kulik, seperti dikutip Mirror, semalam.
Penggerebakan itu menyusul laporan mantan petinju terkenal dan petarung MMA asal Rusia; Viacheslav Datsik.
Datsik yang menyebut dirinya Red Tarzan telah menyatakan perang terhadap prostitusi di kota itu. Dia kerap mendesak polisi untuk menyerang rumah-rumah bordil.
(mas)