Wanita Ini Penggerak Kaum Hawa Bebas Topless di Amerika

Senin, 16 Mei 2016 - 17:51 WIB
Wanita Ini Penggerak...
Wanita Ini Penggerak Kaum Hawa Bebas Topless di Amerika
A A A
MARYLAND - Wanita ini bernama Chelsea Convington, 27, asal Maryland. Dia sudah tiga tahun terakhir topless atau bertelanjang dada di tempat umum di sejumlah negara bagian di Amerika Serikat (AS).

Chelsea telah dikenal sebagai wanita yang mengobarkan gerakan bebas topless di seluruh AS yang dikenal dengan gerakan “topfreedom”.

Aksi topless-nya di tempat umum di sejumlah negara bagian AS dia abadikan dalam blog-nya “Breasts Are Healthy”.

Tujuan kampanyenya itu adalah menjadikan topless kaum hawa sebagai hal normal di AS seperti halnya kaum pria, bukan hal yang tabu.

“Berjalan bertelanjang dada masih aksi kuat untuk wanita, terutama ketika dilakukan diam-diam, percaya diri dan damai,” katanya.

Sejumlah wilayah AS yang sudah jadi medan kampanye nyeleneh-nya dalam tiga tahun ini antara lain; Washington DC, Pennsylvania, New York dan New Hampshire.

Otoritas New York pernah membuat aturan yang melarang para perempuan topless di tempat umum. Namun, aturan itu dibatalkan pada Maret lalu yang sekaligus jadi “kemenangan” untuk gerakan “topfreedom”.

Ada sejumlah tempat di AS di mana wanita yang mengekspose organ dadanya di depan umum secara teknis dianggap melakukan kejahatan. Beberapa wilayah itu antara lain; Utah, Indiana dan Tennessee.

Dalam sebuah posting blog, Covington menulis: ”Saya tidak pernah ditangkap atau tidak tersentuh, dan sampai saya mulai (menulis) blog saya dan mem-posting gambar saya sendiri, saya belum pernah melihat satu foto saya bertelanjang dada di internet.”

Chelse, seperti dikutip Daily Mail, Minggu malam, mengatakan apa yang dia sampaikan jangan dilihat sebagai tindakan subversif.

Selain foto, dia juga mengabadikan beberapa video di mana dia bersepeda di tempat umum di Washington DC secara topless. Menurutnya, ide itu bukan bermaksud untuk membuat dirinya tenar. Dia juga mengapresiasi reaksi positif para pejalan kaki atas gerakannya.

“Kenyamanan pribadi adalah panduan saya. Jika saya ingin melakukannya, saya lakukan,” ujarnya.

Meski demikian, dia mengakui ada suara-suara warga yang mencibirnya, seperti “jelek” , “memalukan” hingga “pelacur”. Namun, Chelsea mencoba untuk membungkam orang-orang yang mencibirnya.
”Hampir setiap hari saya berhasil,” katanya.
(mas)
Berita Terkait
Suhu Udara di California...
Suhu Udara di California Tembus 100 Derajat Celcius
Mewaspadai Dampak dari...
Mewaspadai Dampak dari Amerika Serikat
Apa Pemicu Kehancuran...
Apa Pemicu Kehancuran Amerika Serikat?
Menhan Prabowo Bertemu...
Menhan Prabowo Bertemu Menhan Amerika Serikat
Pilpres Bagi Diaspora...
Pilpres Bagi Diaspora Indonesia di Amerika Serikat
Pilpres Amerika Serikat...
Pilpres Amerika Serikat Diwarnai Kericuhan di Washington
Berita Terkini
Sistem Pertahanan Udara...
Sistem Pertahanan Udara Sudah Diaktifkan, tapi Belum Ada Serangan AS ke Teheran
1 jam yang lalu
CIA Akui Agresi AS ke...
CIA Akui Agresi AS ke Iran Gagal Total, Ini 4 Indikatornya
2 jam yang lalu
Terowongan Runtuh Akibat...
Terowongan Runtuh Akibat Ledakan Pipa Gas di India, 12 Orang Tewas
3 jam yang lalu
Presiden Zelensky Pecat...
Presiden Zelensky Pecat Panglima Militer Ukraina, Rusia Untung Besar!
3 jam yang lalu
Trump akan Bicara dengan...
Trump akan Bicara dengan Hizbullah jika Presiden Lebanon Mau
4 jam yang lalu
Menlu Rubio Ungkap AS...
Menlu Rubio Ungkap AS Masih Bersedia Negosiasi dengan Iran
6 jam yang lalu
Infografis
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Bakal Bangun 11 Rusun Baru, Ini Lokasinya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved