AL AS Bersiap Kendalikan Kapal Perang Raksasa USS Zumwalt

Senin, 16 Mei 2016 - 16:13 WIB
AL AS Bersiap Kendalikan...
AL AS Bersiap Kendalikan Kapal Perang Raksasa USS Zumwalt
A A A
WASHINGTON - Angkatan Laut (AL) Amerika Serikat (AS) sedang mempersiapkan untuk mengendalikan kapal perang terbesar dan termahal, USS Zumwalt (DDG 1000).

Kapal perusak senilai USD4 miliar yang dibangun di Bath Iron Works ini, sedang dilengkapi dengan perlengkapan dan suku cadang sebelum secara resmi diambil alih oleh Angkatan Laut AS. Demikian pernyataan Kapten Kapal USS Zumwalt; James Kirk.

Kapal dengan panjang 610 kaki (186 meter) ini merupakan kapal perusak terbesar dengan teknologi tercanggih yang dimiliki armada Angkatan Laut AS.

Kapal ini memiliki bentuk sudut yang unik, yang membuatnya 50 kali lebih sulit untuk dideteksi oleh radar. Kapal USS Zumwalt juga dilengkapi senjata yang mampu menembak target dari jarak 100 mil.
Kapal ini juga didukung oleh listrik yang dihasilkan oleh turbin. Teknologi yang digunakan oleh kapal USS Zumwalt sama dengan yang dipakai di Boeing 777.

”Kami telah mengatasi banyak hambatan untuk sampai ke titik ini," kata ahli listrik John Upham, dari Litchfield. ”Saya pikir semua orang di galangan kapal bangga dengan pekerjaan yang kita lakukan,” katanya lagi, seperti dikutip IB Times, Senin (16/5/2016).

Biaya akhir dari pembuatan kapal ini diperkirakan mencapai USD4,4 miliar. “Zumwalt adalah sebuah tantangan untuk merakitnya karena semua teknologinya baru, tetapi uji coba laut menunjukkan itu adalah kapal perang kelas dunia dengan kemampuan yang unik,” kata Loren Thompson, analis senior pertahanan Lexington Institute yang berbasis di Virginia.

Sebanyak 143 awak kapal sudah berlatih selama lebih dari dua tahun untuk mengendalikan kapal Zumwalt.

Jay Wadleigh, presiden serikat di Bath Iron Works, mengatakan, "Saya pikir cara Zumwalt menjalani tiga uji coba laut secara berbeda adalah lebih baik daripada yang diharapkan siapa pun, (dari) kami, Angkatan Laut dan perusahaan.”

Kapal akan secara resmi ditugaskan ke layanan pada upacara di Baltimore pada bulan Oktober mendatang.
(mas)
Berita Terkait
Suhu Udara di California...
Suhu Udara di California Tembus 100 Derajat Celcius
Mewaspadai Dampak dari...
Mewaspadai Dampak dari Amerika Serikat
Apa Pemicu Kehancuran...
Apa Pemicu Kehancuran Amerika Serikat?
Menhan Prabowo Bertemu...
Menhan Prabowo Bertemu Menhan Amerika Serikat
Pilpres Bagi Diaspora...
Pilpres Bagi Diaspora Indonesia di Amerika Serikat
Pilpres Amerika Serikat...
Pilpres Amerika Serikat Diwarnai Kericuhan di Washington
Berita Terkini
Houthi dan Arab Saudi...
Houthi dan Arab Saudi Saling Serang, Ini 5 Pemicunya
1 jam yang lalu
AS Tak Umumkan Serangan...
AS Tak Umumkan Serangan Udara ke Iran, Apakah Dikaitkan dengan Angka Sial?
1 jam yang lalu
Dipaksa Akui Israel...
Dipaksa Akui Israel untuk Kesepakatan Nuklir, Akankah Saudi Merapat ke China dan Pakistan?
2 jam yang lalu
Trump Tiba-tiba Ganti...
Trump Tiba-tiba Ganti Pesawat karena Takut Dibunuh usai KTT NATO di Turki
3 jam yang lalu
Memanas, Kuwait dan...
Memanas, Kuwait dan Bahrain Lancarkan Serangan Udara ke Iran
4 jam yang lalu
Viral Video Trump Pingsan...
Viral Video Trump Pingsan dan Terduduk Lemas saat Mau Masuk Limusin
5 jam yang lalu
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved