Eks CIA: AS Dalangi Pemenjaraan Nelson Mandela karena Dicap Komunis

Senin, 16 Mei 2016 - 08:36 WIB
Eks CIA: AS Dalangi...
Eks CIA: AS Dalangi Pemenjaraan Nelson Mandela karena Dicap Komunis
A A A
WASHINGTON - Mantan agen CIA, Donald Rickard, 88, membuat pengakuan mengejutkan sebelum meninggal. Menurutnya, Amerika Serikat (AS) mendalangi penangkapan dan pemenjaraan Nelson Mandela selama 27 tahun karena dianggap sebagai komunis berbahaya.

Mantan agen CIA membuat pengakuan dua minggu sebelum meninggal kepada pembuat film John Irvin. Pengakuan Rickard ini menjawab spekulasi warga dunia selama ini bahwa AS terlibat dalam pemenjaraan Pahlawan Afrika Selatan itu.

Menurut pengakuan Rickard yang dilansir Sunday Times, penangkapan Mandela terjadi pada tahun 1962.”Diperlukan untuk menangkap komunis yang paling berbahaya di dunia di luar Uni Soviet (sekarang bernama Rusia),” demikian pengakuan Richard.

Rickard, yang secara resmi bekerja sebagai wakil konsul AS di Kota Durban, Afrika Selatan pada saat itu, mengatakan bahwa dia memantau Mandela saat sedang dalam perjalanan untuk perayaan Natal, antara Kota Johannesburg dan Durban.

”Saya tahu ketika dia turun dan bagaimana dia datang, di situlah saya terlibat dan di sanalah Mandela tertangkap,” kata Rickard.

Mantan mata-mata ini tidak menjelaskan bagaimana dia menerima informasi, tetapi dia mengatakan bahwa Mandela “benar-benar di bawah kendali Uni Soviet, mainan komunis".

Dia juga yakin bahwa Mandela adalah tokoh yang menghasut rakyat dalam perayaan Natal menjadi pemberontakan massa terhadap rezim apartheid.

”Natal adalah kuali pada waktu itu," kata Rickard. ”Dan Mandela akan menyambut perang. Jika Soviet telah datang, Amerika Serikat akan terlibat, dan hal-hal bisa pergi (seperti) ke neraka,” katanya lagi.

”Kami tertatih-tatih di tepi jurang di sana, dan itu harus dihentikan, yang berarti Mandela harus dihentikan. Dan saya menghentikan itu,” imbuh dia.

Penangkapan itu menyebabkan Mandela menghabiskan hampir 28 tahun di penjara sebelum menjadi presiden pertama pasca-rezim apartheid Afrika Selatan tumbang pada tahun 1994.

Mandela kemudian menjadi salah satu aktivis hak asasi manusia yang paling dihormati dalam sejarah dan dinobatkan sebagai pahlawan Afrika Selatan. Dia meninggal pada Desember 2013.
(mas)
Berita Terkait
Intelijen Sebut Iran...
Intelijen Sebut Iran Berencana Bunuh Dubes AS untuk Afrika Selatan
Bantuan AS ke Afrika...
Bantuan AS ke Afrika Selatan Dibekukan, Terkait BRICS?
Kisah Israel Memasok...
Kisah Israel Memasok Senjata ke Rezim Rasis Afrika Selatan
Pilih Jadi Dukun, Wanita...
Pilih Jadi Dukun, Wanita Ini Punya Penghasilan Rp1,7 Miliar Sebulan
Afrika Selatan Tepis...
Afrika Selatan Tepis Tudingan AS Kirim Senjata ke Rusia
Menteri Afrika Selatan...
Menteri Afrika Selatan Serukan Setop Ekspor Mineral ke AS
Berita Terkini
Getol Kritik Netanyahu,...
Getol Kritik Netanyahu, Wali Kota New York Mamdani dan Istri Terima Ancaman Pembunuhan
5 jam yang lalu
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
9 jam yang lalu
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
10 jam yang lalu
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
11 jam yang lalu
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
12 jam yang lalu
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
12 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved