Ayah Gadis di UEA Hanya Minta Secangkir Kopi untuk Mas Kawin

Senin, 09 Mei 2016 - 13:52 WIB
Ayah Gadis di UEA Hanya...
Ayah Gadis di UEA Hanya Minta Secangkir Kopi untuk Mas Kawin
A A A
AL AIN - Seorang ayah dari gadis di Uni Emirat Arab (UEA) hanya minta secangkir kopi kepada calon pengantin pria sebagai mahar pernikahan atau mas kawin.
Pria dari Kota Al Ain itu memiliki enak anak gadis. Permintaan mas kawin yang sangat murah itu demi meringankan beban calon pengantin pria.

Dia juga mendorong para orangtua lainnya untuk melakukan hal sama. Sikap ayah gadis itu menuai pujian dari para pengguna media sosial, setelah berita itu menjadi viral di internet.

Ayah enam gadis itu menolak diidentifikasi. Dia hanya prihatin dengan mahalnya biaya pernikahan di negaranya, yang membuat para pria lajang berpikir ulang untuk menikah. Mahalnya biaya pernikahan itu juga yang membuat kekhawatiran munculnya fenomena “perawan tua” di UEA.

Mohammed, seorang warga Kota Al Ain, melalui media sosial, memuji langkah ayah enam gadis itu.

”Orang tua harus membiarkan anak perempuan mereka untuk menikah dengan pria dari karakter dan latar belakang yang baik, termasuk jika mereka tidak kaya. Dengan memilih cara ini, ayah ini telah menjamin bahwa putrinya akan menjalani kehidupan yang baik dengan suami mereka tanpa ketegangan di posisi berutang dan kembali membayar pengeluaran untuk pernikahan,” tulis Mohammed.


Mantan pemimin UEA, almarhum Sheikh Zayed pernah membuat keputusan bahwa jumlah maskimal mas kawin untuk calon pengantin pria sekitar USD5.400.

Namun, banyak keluarga membayar mahar dengan jumlah yang lebih signifikan, bahkan terkadang mencapai USD200.000 atas ketentuan pribadi dari pihak calon pengantin wanita.

Gulf News, dalam laporannya semalam, mengutip data seorang profesional di bidang pernikahan menyatakan bahwa pada 2012 keluarga di UEA menghabiskan rata-rata USD82.000 untuk biaya pernikahan. Jumlah itu lebih besar dibandingkan dengan ekspatriat Barat yang menghabiskan USD20.000.

Pada tahun yang sama, masalah tarif perkawinan pernah diperdebatkan oleh badan konsultatif Federal National Crisis UEA, dalam upaya untuk memecahkan apa yang mereka lihat sebagai krisis demografi yang menjulang.

Pemerintah UEA telah mengambil langkah-langkah untuk membantu calon pengantin kurang mampu dengan lembaga “Dana Pernikahan” yang didirikan pada tahun 1991. Tahun lalu, lembaga itu menghabiskan USD40 juta untuk membantu 400 pengantin baru di UEA.
(mas)
Berita Terkait
Perayaan Hari Nasional...
Perayaan Hari Nasional ke-52 Uni Emirat Arab di Jakarta
Ini Perbedaan Arab Saudi...
Ini Perbedaan Arab Saudi dan Uni Emirat Arab
Peresmian Jalan Presiden...
Peresmian Jalan Presiden Joko Widodo di Uni Emirat Arab
Uni Emirat Arab Ingin...
Uni Emirat Arab Ingin Normalisasi Hubungan dengan Turki
Remaja Ini Terpilih...
Remaja Ini Terpilih Jadi Imam Masjid di Uni Emirat Arab
Lawatan ke Uni Emirat...
Lawatan ke Uni Emirat Arab, Prabowo Disambut Pasukan Jajaran Kehormatan
Berita Terkini
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
1 jam yang lalu
Wali Kota Sadiq Khan...
Wali Kota Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida dan Tidak Diterima di London
2 jam yang lalu
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
3 jam yang lalu
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
4 jam yang lalu
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
5 jam yang lalu
Minyak Mentah Brent...
Minyak Mentah Brent Tembus USD100 setelah Kapal Tanker Diserang di Laut Merah
6 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Jalan...
10 Negara dengan Jalan Terbaik di Dunia, Juaranya Tetangga Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved