Ayahnya Dipenjara Iran, Anak Eks Agen FBI Kecam Obama
Selasa, 03 Mei 2016 - 19:12 WIB
Ayahnya Dipenjara Iran, Anak Eks Agen FBI Kecam Obama
A
A
A
WASHINGTON - Anak dari seorang mantan agen FBI mengecam Pemerintahan Presiden Barack Obama. Ia menilai, pemerintahan Obama telah membiarkan ayahnya "membusuk" di penjara Iran.
Mantan kontraktor CIA dan mantan agen FBI, Robert Levinson, telah menghilang selama hampir satu dekade. Ia menghilang secara misterius pada Maret 2007 lalu saat berkunjung ke pulau Kish yang ada di Iran. Saat itu, ia dilaporkan tengah menyelidiki pemalsuan rokok di pulau itu.
"Gedung Putih dan Departemen Luar Negeri telah menghindar untuk mengakui fakta bahwa ia adalah sandera. Ketika ditekan oleh wartawan tentang hal ini, juru bicara Departemen Luar Negeri menghabiskan 3,5 menit yang menyiksa untuk menolak menyebutnya sebagai sandera," kata Dan Levinson, anak dari Robert Levinson, dikutip dari Daily Mail, Selasa (3/5/2016).
Gedung Putih sendiri telah menolak mengakui jika Levinson bekerja untuk pemerintah AS ketika ia menghilang. Pada bulan Januari, mereka juga mengaku tidak percaya jika Levinson berada di Iran.
"Ayah saya telah muncul dalam sebuah video memohon bantuan dan dalam video itu terlihat tangannya dirantai, jelas jika ia sedang ditahan. Bukti apa lagi yang harus dibutuhkan?" katanya.
Ia pun yakin, jika Gedung Putih bisa menekan Iran lebih keras maka ayahnya akan dibebaskan. "Tapi, Washington telah menunjukkan keengganan untuk melakukan itu, dan kita merasa tidak berdaya. Ayah saya sedang ditinggalkan," ujarnya.
Mantan kontraktor CIA dan mantan agen FBI, Robert Levinson, telah menghilang selama hampir satu dekade. Ia menghilang secara misterius pada Maret 2007 lalu saat berkunjung ke pulau Kish yang ada di Iran. Saat itu, ia dilaporkan tengah menyelidiki pemalsuan rokok di pulau itu.
"Gedung Putih dan Departemen Luar Negeri telah menghindar untuk mengakui fakta bahwa ia adalah sandera. Ketika ditekan oleh wartawan tentang hal ini, juru bicara Departemen Luar Negeri menghabiskan 3,5 menit yang menyiksa untuk menolak menyebutnya sebagai sandera," kata Dan Levinson, anak dari Robert Levinson, dikutip dari Daily Mail, Selasa (3/5/2016).
Gedung Putih sendiri telah menolak mengakui jika Levinson bekerja untuk pemerintah AS ketika ia menghilang. Pada bulan Januari, mereka juga mengaku tidak percaya jika Levinson berada di Iran.
"Ayah saya telah muncul dalam sebuah video memohon bantuan dan dalam video itu terlihat tangannya dirantai, jelas jika ia sedang ditahan. Bukti apa lagi yang harus dibutuhkan?" katanya.
Ia pun yakin, jika Gedung Putih bisa menekan Iran lebih keras maka ayahnya akan dibebaskan. "Tapi, Washington telah menunjukkan keengganan untuk melakukan itu, dan kita merasa tidak berdaya. Ayah saya sedang ditinggalkan," ujarnya.
(ian)