Houthi Rebut Basis Militer, Pembicaraan Damai Yaman Terancam
Minggu, 01 Mei 2016 - 22:51 WIB
Houthi Rebut Basis Militer, Pembicaraan Damai Yaman Terancam
A
A
A
KUWAIT CITY - Pemerintah Yaman menghentikan perundingan perdamaian untuk mengakhiri perang di negara itu. Langkah ini diambil setelah kelompok Houthi dan sekutunya merebut pangkalan militer di sebelah utara ibukota Sanaa.
"Kami telah menangguhkan pembicaraan damai tanpa batas untuk memprotes tindakan militer dan pelanggaran gencatan senjata secara terus menerus," kata salah satu anggota delegasi pemerintah, seperti dikutip dari Reuters, Minggu (1/5/2016).
Sementara Menteri Luar Negeri Yaman, Abdel Malek al-Mekhlafi dan sejumlah delegasi pemerintah dalam pembicaraan damai mengatakan akan segera memberikan tanggapan terhadap aksi yang dilakukan oleh kelompok Houthi.
"Kami akan mengambil posisi yang tepat dalam menanggapi kejahatan Houthi di basis militer Umaliqa di Amran demi rakyat kami dan negara," tulis Mekhlafi di akun Twitternya.
Sebelumnya, kelompok pemberontak Houthi menyerang basis militer di Umaliqa. Tidak seperti kebanyakan tentara Yaman, pasukan yang berada di basis militer Umaliqa mencoba bersikap netral dalam konflik Yaman.
"Kami telah menangguhkan pembicaraan damai tanpa batas untuk memprotes tindakan militer dan pelanggaran gencatan senjata secara terus menerus," kata salah satu anggota delegasi pemerintah, seperti dikutip dari Reuters, Minggu (1/5/2016).
Sementara Menteri Luar Negeri Yaman, Abdel Malek al-Mekhlafi dan sejumlah delegasi pemerintah dalam pembicaraan damai mengatakan akan segera memberikan tanggapan terhadap aksi yang dilakukan oleh kelompok Houthi.
"Kami akan mengambil posisi yang tepat dalam menanggapi kejahatan Houthi di basis militer Umaliqa di Amran demi rakyat kami dan negara," tulis Mekhlafi di akun Twitternya.
Sebelumnya, kelompok pemberontak Houthi menyerang basis militer di Umaliqa. Tidak seperti kebanyakan tentara Yaman, pasukan yang berada di basis militer Umaliqa mencoba bersikap netral dalam konflik Yaman.
(ian)