Bendera Dilarang Berkibar, Palestina Tuntut Eurovision Minta Maaf
Minggu, 01 Mei 2016 - 19:55 WIB
Bendera Dilarang Berkibar, Palestina Tuntut Eurovision Minta Maaf
A
A
A
RAMALLAH - Seorang pejabat senior Palestina menuntut permintaan maaf dari pihak penyelenggara kontes menyanyi Eurovision. Pasalnya, pihak panitia melarang pengibaran bendera Palestina dalam kontes tersebut.
Pemimpin kedua dalam Organisasi Pembebasan Palestina (PLO), Saeb Erakat, mengirimkan surat yang isinya menuntut permintaan maaf yang ditujukan kepada Presiden European Broadcasting Union, Jean-Paul Philippot.
"Kontes Lagu Eurovision tahun ini akan diselenggarakan di Stockholm, Swedia, negara anggota Uni Eropa pertama di Eropa Barat yang secara resmi mengakui Negara Palestina," tulis Erakat dikutip dari France24, Minggu (1/5/2016).
"Keputusan Anda benar-benar bias dan tidak dapat diterima. Kami menyerukan kepada Anda untuk segera mencabut keputusan yang memalukan ini. Ini juga harus dibarengi dengan permintaan maaf European Broadcasting Union kepada Palestina dan jutaan warga Palestina di seluruh dunia," sambungnya.
Pihak Eurovision sendiri berkilah bahwa berdasarkan peraturan, bendera regional atau mereka yang masuk sebagai negara federasi atau terdapat unsur komersil, agama atau politik dilarang. Bendera yang diizinkan adalah bendera negara yang mengambil bagian dalam kontes, anggota PBB lainnya, Uni Eropa dan banner pelangi yang mewakili gerakan LGBT.
"Kebijakan bendera tidak ditujukan terhadap wilayah atau organisasi tertentu, dan tentu saja tidak membandingkan mereka satu sama lain," kata jubir Eurovision, Dave Goodman.
Pemimpin kedua dalam Organisasi Pembebasan Palestina (PLO), Saeb Erakat, mengirimkan surat yang isinya menuntut permintaan maaf yang ditujukan kepada Presiden European Broadcasting Union, Jean-Paul Philippot.
"Kontes Lagu Eurovision tahun ini akan diselenggarakan di Stockholm, Swedia, negara anggota Uni Eropa pertama di Eropa Barat yang secara resmi mengakui Negara Palestina," tulis Erakat dikutip dari France24, Minggu (1/5/2016).
"Keputusan Anda benar-benar bias dan tidak dapat diterima. Kami menyerukan kepada Anda untuk segera mencabut keputusan yang memalukan ini. Ini juga harus dibarengi dengan permintaan maaf European Broadcasting Union kepada Palestina dan jutaan warga Palestina di seluruh dunia," sambungnya.
Pihak Eurovision sendiri berkilah bahwa berdasarkan peraturan, bendera regional atau mereka yang masuk sebagai negara federasi atau terdapat unsur komersil, agama atau politik dilarang. Bendera yang diizinkan adalah bendera negara yang mengambil bagian dalam kontes, anggota PBB lainnya, Uni Eropa dan banner pelangi yang mewakili gerakan LGBT.
"Kebijakan bendera tidak ditujukan terhadap wilayah atau organisasi tertentu, dan tentu saja tidak membandingkan mereka satu sama lain," kata jubir Eurovision, Dave Goodman.
(ian)