Abu Sayyaf Penggal Sandera Kanada, Potongan Kepala Dibungkus Plastik

Selasa, 26 April 2016 - 07:43 WIB
Abu Sayyaf Penggal Sandera...
Abu Sayyaf Penggal Sandera Kanada, Potongan Kepala Dibungkus Plastik
A A A
MANILA - Kelompok Abu Sayyaf di Filipina nekat memenggal sandera asal Kanada, John Ridsdel, setelah uang tebusan yang diminta tidak dibayar. Potongan kepala korban dibungkus kantong plastik dan dibuang di pinggir jalan.

Kepala Polisi Joho, Filipina, Junpikar Sitin, mengatakan dua pria mengendarai sepeda motor membuang potongan kepala yang dibungkus kantong plastik di sebuah jalan di Kota Jolo, Provinsi Sulu, Senin malam. Kedua pria itu kemudian melarikan diri.

Kelompok Abu Sayyaf sebelumnya telah memberikan ultimatum agar empat sandera—dua warga Kanada, satu warga Norwegia dan satu warga Filipina—ditebus masing-masing 300 juta peso.

Batas ultimatum itu berakhir pada 25 April 2016 antara pukul 14.00 hingga pukul 15.00 waktu Filipina.

Selain John Ridsdel, 68, tiga sndera lainnya adalah Kjartan Sekkingstad (warga Norwegia), Robert Hall, 50 (warga Kanada), dan Marites Flor (warga Filipina).

Ridsel merupakan mantan wartawan Calgary yang alih profesi menjadi eksekutif pertambangan. ”Dia pasti menyadari bahwa ketika Anda bekerja di daerah masalah, Anda bisa memiliki beberapa kesulitan,” kata teman Ridsdel, Sandy Hunter, kepada CBC, Selas (26/4/2016).

Para pejabat militer mengatakan kedutaan Kanada dan Norwegia telah diberitahu tentang penemuan jasad Ridsel.

Wali Kota Jolo, Hussin Amin mengutuk pemenggalan kepala sandera dan menyalahkan Abu Sayyaf.

Ini adalah suatu tindakan barbar oleh orang-orang ini dan orang akan tergoda untuk berpikir bahwa mereka juga harus menemui nasib yang sama,” ujarnya melalui saluran telepon.

Sementara itu militer Filipina mengklaim telah mengerahkan pasukan untuk menyelamatkan para sandera menjelang berakhirnya tenggat ultimatum kemarin.

Para sandera termasuk Ridsel diyakini dibawa ke Jolo, Sulu, wilayah basis militan Abu Sayyaf. Selain empat sandera itu, ada 14 warga negara Indonesia (WNI) dan empat warga Malaysia yang diculik di bawah todongan senjata oleh kelompok yang diduga dari faksi Abu Sayyaf.
(mas)
Berita Terkait
6 Negara dengan Garis...
6 Negara dengan Garis Pantai Terpanjang di Dunia, Indonesia Termasuk
Mobil Tabrak Kerumunan...
Mobil Tabrak Kerumunan Warga di Festival Hari Lapu Lapu di Vancouver
Negara Tetangga Indonesia...
Negara Tetangga Indonesia Ini Tandatangani Pakta Pertahanan dengan Kanada
Diskusi Peta dan Kemunculan...
Diskusi Peta dan Kemunculan Bangsa Filipina dengan Pembicara Sejarawan Ternama
Pembunuhan Warga India...
Pembunuhan Warga India di Kanada Memicu Hubungan India-Kanada Memburuk
Kebakaran Hutan Kanada...
Kebakaran Hutan Kanada Meluas, Rumah dan Mobil Hangus Terbakar
Berita Terkini
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
2 jam yang lalu
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
3 jam yang lalu
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
4 jam yang lalu
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
5 jam yang lalu
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
6 jam yang lalu
Lebih dari 2.300 Pemukim...
Lebih dari 2.300 Pemukim Yahudi Serbu Masjid Al-Aqsa, Hamas dan Yordania Murka
6 jam yang lalu
Infografis
Profil Nanik S Deyang,...
Profil Nanik S Deyang, Kepala BGN Pengganti Dadan Hindayana
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved