Rusia Khawatirkan Nasib Negosiasi Damai Suriah
Senin, 25 April 2016 - 20:50 WIB
Rusia Khawatirkan Nasib Negosiasi Damai Suriah
A
A
A
MOSKOW - Pemerintah Rusia mengatakan, mereka benar-benar khawatir akan kelanjutan negosiasi damai Suriah. Kekhawatiran ini muncul setelah sikap walk out yang dilakukan perwakilan oposisi Suriah dalam negosiasi damai terakhir.
Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov dalam sebuah pernyataan menuturkan, situasi yang terus merosot saat ini membuat Rusia khawatir negosiasi damai ini tidak akan berlanjut. Tidak berlanjutnya negosiasi damai itu berati konflik Suriah akan semakin panjang dan kompleks.
"Rusia telah secara konsisten melakukan apa pun untuk membantu mengembangkan dan mendukung proses negosiasi ini, dan berusaha sekuat mungkin untuk menjamin negosiasi ini tidak terganggu," ucap Peskov.
"Pada saat yang sama, kita masih menyatakan dengan perhatian serius bahwa situasi dalam negosiasi ini terus memburuk setiap waktunya," sambungnya, seperti dilansir Reuters pada Senin (25/4).
Oposisi Suriah sendiri sejak Jumat kemarin memutuskan untuk tidak lagi melanjutkan negosiasi dengan pemerintah Suriah, dan meninggalkan Jenewa. Keputusan ini diambil setelah adanya serangan yang dilancarkan oleh pemerintah Suriah di wilayah Allepo.
Sementara itu, utusan khusus PBB untuk perdamaian Suriah Staffan de Misturra dalam sebuah pernyataan mengatakan, dirinya akan kembali melanjutkan negosiasi damai pada pekan depan. Walaupun sampai saat ini oposisi Suriah masih mengatakan belum kembali bersedia untuk melakukan negosiasi tersebut.
Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov dalam sebuah pernyataan menuturkan, situasi yang terus merosot saat ini membuat Rusia khawatir negosiasi damai ini tidak akan berlanjut. Tidak berlanjutnya negosiasi damai itu berati konflik Suriah akan semakin panjang dan kompleks.
"Rusia telah secara konsisten melakukan apa pun untuk membantu mengembangkan dan mendukung proses negosiasi ini, dan berusaha sekuat mungkin untuk menjamin negosiasi ini tidak terganggu," ucap Peskov.
"Pada saat yang sama, kita masih menyatakan dengan perhatian serius bahwa situasi dalam negosiasi ini terus memburuk setiap waktunya," sambungnya, seperti dilansir Reuters pada Senin (25/4).
Oposisi Suriah sendiri sejak Jumat kemarin memutuskan untuk tidak lagi melanjutkan negosiasi dengan pemerintah Suriah, dan meninggalkan Jenewa. Keputusan ini diambil setelah adanya serangan yang dilancarkan oleh pemerintah Suriah di wilayah Allepo.
Sementara itu, utusan khusus PBB untuk perdamaian Suriah Staffan de Misturra dalam sebuah pernyataan mengatakan, dirinya akan kembali melanjutkan negosiasi damai pada pekan depan. Walaupun sampai saat ini oposisi Suriah masih mengatakan belum kembali bersedia untuk melakukan negosiasi tersebut.
(esn)