Majikan Tewas Oleh ISIS, TKI Ini Kehilangan Haknya

Rabu, 20 April 2016 - 14:52 WIB
Majikan Tewas Oleh ISIS,...
Majikan Tewas Oleh ISIS, TKI Ini Kehilangan Haknya
A A A
DAMASKUS - Casih binti Waan harus rela kehilangan haknya selama bekerja di Suriah, setelah majikannya dikabarkan kemungkinan sudah tewas di tangan ISIS. Casih adalah tenaga kerja Indonesia (TKI) yang sukses dievakuasi dari wilayah Deir Azzor, yang saat ini masih dikuasi oleh ISIS.

TKI asal Subang tersebut berhasil dikelaurkan dari basis ISIS, setelah pemerintah Suriah melakukan penyelamatan dirinya. Casih dijemput oleh helikopter militer Suriah pada bulan Januari lalu.

Namun, sayangnya majikan Casih, Tsair bin Samalut yang membantu proses evakuasi tidak diizinkan naik ke helikopter oleh militer Suriah. "Saya sendirian naik helikopter tentara Suriah. Majikan tidak boleh ikut," ucap Kasih, dalam siaran pers Kedutaan Besar Indonesia (KBRI) Damaskus yang diterima Sindonews pada Rabu (20/4).

Paska evakuasi, KBRI Damaskus terus berusaha mencari keberadaan majikan Casih, agar bisa menuntut hak TKI paruh baya tersebut, namun hasilnya nihil. Casih setidaknya bekerja selama lima tahun pada Tsair bin Samalut.

"KBRI Damaskus selama berbulan-bulan terus menelusuri keberadaan majikan dan mengejar hak-hak Casih binti Waan. Namun berdasarkan informasi dari jaringan intelijen Pemerintah Suriah, Tsair bin Samalut dan keluarganya diberitakan tidak selamat di Kota Deir Ezzor. Terlebih lagi setelah majikan Tsair bin Samalut diketahui ISIS bekerja sama dengan tentara Suriah dalam menyelamatkan Casih keluar dari Kota Deir Ezzor," sambungnya.

Menurut pihak KBRI Damaskus, Casih sangat berharap Pemerintah Indonesia memperhatikan gajinya yang belum dibayarkan selama 5 tahun bekerja. KBRI Damaskus juga menuturkan, pihaknya berharap BNP2TKI mau mengeluarkan santunan sebagai pengganti gaji Casih.

"Prioritas KBRI Damaskus adalah menyelamatkan nyawa WNI di Suriah. Adapun perihal gaji Casih binti Waan, kami berharap BNP2TKI dapat mengeluarkan santunan pengganti gaji kepada Casih sesuai peraturan yang berlaku," ucap Pensosbud KBRI Damaskus, A.M Sidqi.

Casih sendiri recananya akan dipulangkan pada tanggal 25 April mendatang, dalam repatriasi gelombang ke-274 bersama 50 orang WNI lainnya dari Suriah.
(esn)
Berita Terkait
Tetap Bangga, Suporter...
Tetap Bangga, Suporter Lantunkan Nyanyian Terima Kasih untuk Timnas Indonesia U-23
Viral ! Suporter Timnas...
Viral ! Suporter Timnas Indonesia U-23 Salat Berjamaah Sebelum Lawan Australia
Indonesia jadi Tuan...
Indonesia jadi Tuan Rumah Forum Indonesia-Afrika
Omicron Masuk Indonesia,...
Omicron Masuk Indonesia, Ini Kata Epidemiolog Universitas Indonesia
Jokowi Janji ke Timnas...
Jokowi Janji ke Timnas RI untuk Buatkan Training Center
Lezatnya Aneka Kuliner...
Lezatnya Aneka Kuliner Jawa di Event Warisan Budaya Indonesia
Berita Terkini
Negara Tetangga Indonesia...
Negara Tetangga Indonesia Ini dan Sekutunya Kembangkan Drone Bawah Laut
1 jam yang lalu
3 Alasan AL IRGC Mengendalikan...
3 Alasan AL IRGC Mengendalikan Lalu Lintas Selat Hormuz dengan Wewenang Penuh
1 jam yang lalu
Pemimpin Militer AS...
Pemimpin Militer AS dan Kuba Bertemu di Guantanamo, Apa yang Dibahas?
3 jam yang lalu
Rebut Kastil Beaufort,...
Rebut Kastil Beaufort, Mesir Minta Israel Mundur dari Lebanon
3 jam yang lalu
Anggap China Jadi Ancaman,...
Anggap China Jadi Ancaman, Menhan Jepang: Kita Hadapi Tantangan Baru
5 jam yang lalu
Kapal Gambia Hendak...
Kapal Gambia Hendak Berlayar ke Iran, AS Tembakkan Rudal Hellfire
6 jam yang lalu
Infografis
Jakarta Gencar Bersih-bersih...
Jakarta Gencar Bersih-bersih Ikan Sapu-sapu, Ini Alasannya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved