Israel-Palestina Perang di DK PBB

Selasa, 19 April 2016 - 15:54 WIB
Israel-Palestina Perang...
Israel-Palestina Perang di DK PBB
A A A
NEW YORK - Suasana sidang Dewan Keamanan (DK) PBB mendadak berubah menjadi panas, ketika terjadi "perang" antara perwakilan Palestina dan Israel. Kedua pihak saling tuding terkait dengan banyaknya aksi kekerasan di Yerusalem.

Semua berawal ketika Duta Besar Israel untuk PBB Danny Danon, melemparkan pertanyaan kepada utusan Palestina untuk PBB, Riyad Mansour. Dimana, Danon mempertanyakan apakah pemerintah Palestina turut mengecam tindakan kekerasan yang menargetkan warga Israel.

Mansour yang pada awalnya diam, karena mikrofonnya mati, langsung memberikan serangan balik ketika mikrofonnya mulai menyala. "Kami mengutuk pembunuhan semua warga sipil tak berdosa, termasuk warga sipil Palestina, apakah Anda melakukan hal yang sama?" tanya Mansour pada Danon.

Danon lalu melanjutkan dengan klaim bahwa pemerintah Palestina telah mengajarkan kebencian kepada rakyatnya, dan mendukung aksi terorisme. Danon menyebut salah satu contohnya adalah digunakannya nama salah seorang yang dinilai Israel sebagai pelaku teror untuk nama jalan oleh pemerintah Palestina.

"Anda memberikan uang kepada keluarga teroris. Anda memuliakan teroris, Anda harusnya malu karena melakukan itu," ujar Danon kepada Mansour, seperti dilansir Al Arabiya pada Selasa (19/4).

Mansour langsung dengan tegas membantah bahwa mereka tidak memuliakan terorisme. Namun, Danon nampaknya tidak puas, dan terus menyebut bahwa pemerintah Palestina harusnya malu karena telah memuliakan teroris.

Kesal dengan pernyataan Danon, Mansour pun melemparkan serangan balik, dengan menyebut Israel sebagai pembunuh anak-anak. "Anda harusnya malu karena membunuh ribuan anak-anak Palestina," ucap Mansour.

Duta Besar China untuk PBB, Liu Jieyi Wang sebagai ketua sidang berusaha untuk meredakan situasi dengan mengetukkan palu dan mengatakan kepada Danon untuk melanjutkan pernyataannya. Tapi, Danon mengabaikannya, lalu berteriak pada Mansour bahwa pemerintah Palestina tidak berani mengutuk terorisme, dan Palestina harusnya malu akan itu.

Diplomat senior Palestina itu langsung membalas dengan menyebut, Israel adalah penjajah, dan harusnya pergi dari tanah Palestina. "Biarlah orang saya bebas, Anda penjajah, Anda penjajah, tinggalkan kami," pekik Mansour.

Perdebatan sengit itu akhirnya berhenti saat Wang secara mengejutkan berteriak dan mendesak keduanya untuk dapat menahan diri. "Semua orang harus menjaga ketertiban di ruang ini untuk mencerminkan kekhidmatan dari isu yang kita bahas," ujar Wang, yang membuat perdebatan itu terhenti.
(esn)
Berita Terkait
Serangan Israel Hantam...
Serangan Israel Hantam Masjid di Kota Rafah, Gaza Selatan, 5 Tewas
Gempuran Udara Israel...
Gempuran Udara Israel Tewaskan Ribuan Unggas di Jalur Gaza
Tak Bermoral !! Tentara...
Tak Bermoral !! Tentara Israel Menari dan Menyanyi setelah Menyerang Warga Sipil Gaza
Krisis Politik Internal...
Krisis Politik Internal Ancam Eksistensi Israel, Bukan Musuh Luar
Menteri Israel Ben-Gvir...
Menteri Israel Ben-Gvir Bikin Kisruh, Perintahkan Penghancuran Rumah Warga Palestina saat Ramadan
Bagaimana Awal Mula...
Bagaimana Awal Mula Konflik Israel-Palestina?
Berita Terkini
AS Siap Mulai Lagi Perang...
AS Siap Mulai Lagi Perang dan Terapkan Kembali Blokade Jika Iran Tidak Patuh
1 jam yang lalu
Trump Bela Kesepakatan...
Trump Bela Kesepakatan Iran: Orang-orang Dungu Itu Iri, Orang Jahat, atau Bodoh
2 jam yang lalu
Ketua Parlemen Tegaskan...
Ketua Parlemen Tegaskan Iran akan Pungut Biaya dari Kapal untuk Layanan di Selat Hormuz
3 jam yang lalu
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
4 jam yang lalu
Trump Bilang Israel...
Trump Bilang Israel Tak Berhak Kritik Deal AS-Iran karena Dulu Ogah Bunuh Jenderal Soleimani
5 jam yang lalu
Finlandia Buka Pintu...
Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
6 jam yang lalu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved