Vampir AS Peminum Darah Bocah 12 Tahun Telah Disuntik Mati

Kamis, 07 April 2016 - 11:46 WIB
Vampir AS Peminum Darah...
Vampir AS Peminum Darah Bocah 12 Tahun Telah Disuntik Mati
A A A
TEXAS - Pria Texas, Amerika Serikat (AS) bernama Pablo Lucio Vasquez, yang dijuluki “vampir pembunuh” telah dieksekusi dengan disuntik mati. Pablo membunuh, memutilasi dan meminum darah bocah 12 tahun.

Pablo mengaku kepada polisi bahwa dia mendengar suara menyuruhnya untuk membunuh bocah 12 tahun bernaa David Cardenas pada 19 April 1998 di Donna, Texas, dekat perbatasan Meksiko.

Menurut laporan IB Times Kamis (7/4/2016), meski kasus itu terjadi sudah lama namun eksekusi terhadap Pablo baru dilakukan hari Rabu waktu AS.

Dalam pengakuannya kepada polisi, Pablo meminum darah ketika korban masih dalam kondisi hidup. Dia mengaku memukul kepala korban dengan pipa besi dan menggorok leher korban untuk diminum darahnya.

Pablo yang berusia 38 tahun menjadi orang ke-11 yang dieksekusi mati di AS pada tahun ini dan merupakan orang keenam yang dieksekusi mati di Texas.

Menurut polisi, David Cardenas hidup dengan saudaranya dan menghabiskan akhir pekan dengan sepupu Pablo bernama Andres Rafael Chapa, 15. Pablo dan Andres pergi ke sebuah pesta, menenggak alkohol dan merokok ganja.


Jasad David Cardenas ditemukan lima hari kemudian dalam kondisi dimutilasi. Kedua lengan dan kakinya hilang.Polisi percaya, pembunuh telah mencoba untuk menghilangkan kepala David Cardenas.

Pablo dan Andres ditangkap di Conroe, pinggiran Houston. Pablo dihukum mati sedangkan Andres dihukum 35 tahun penjara atas tuduhan ikut terlibat dalam pembunuhan korban.

Mereka memutuskan akan mencoba untuk mengambil kepala (korban) dengan sekop dan tidak menyadari bahwa itu jauh lebih sulit untuk memotong kepala seseorang,” kata jaksa pengadilan, Joseph Orendain.

Dalam sebuah pernyataan sebelum dieksekusi, Pablo menyatakan ada bisikan makhluk yang dia sebut “setan” yang menyuruhnya memenggal kepala korban.”Menyuruh saya untuk minum,”katanya. Ketika ditanya detektif apa yang dia minum, Pablo menjawab; ”Darahnya.


Pengacara Pablo, James Keegan, sempat meminta Mahkamah Agung AS untuk tidak menjalankan eksekusi terhadap kliennya.

Sebelum meninggal, Pablo mengatakan; "Saya minta maaf kepada keluarga David. Ini adalah satu-satunya cara agar saya dapat diampuni. Anda mendapat keadilan Anda di sini.

“Vampir” AS ini disuntik mati di Unit Huntsville, sekitar 100 mil sebelah utara Houston, pada pada 6 April 2016.
(mas)
Berita Terkait
Suhu Udara di California...
Suhu Udara di California Tembus 100 Derajat Celcius
Mewaspadai Dampak dari...
Mewaspadai Dampak dari Amerika Serikat
Apa Pemicu Kehancuran...
Apa Pemicu Kehancuran Amerika Serikat?
Menhan Prabowo Bertemu...
Menhan Prabowo Bertemu Menhan Amerika Serikat
Pilpres Bagi Diaspora...
Pilpres Bagi Diaspora Indonesia di Amerika Serikat
Pilpres Amerika Serikat...
Pilpres Amerika Serikat Diwarnai Kericuhan di Washington
Berita Terkini
Rudal Iran Serang Hanggar...
Rudal Iran Serang Hanggar F-35 di Pangkalan Udara AS di Yordania, Kuwait dan Bahrain Waspada
44 menit yang lalu
China Luncurkan Alat...
China Luncurkan Alat Pelacak Kapal Selam Nuklir, Bakal Ubah Perang Masa Depan
1 jam yang lalu
Drone Iran Gempur Armada...
Drone Iran Gempur Armada Kelima AS di Bahrain
2 jam yang lalu
Suara Ledakan Terdengar...
Suara Ledakan Terdengar di Bandar Abbas dan Pulau Qeshm, Iran Segera Balas Serangan AS
3 jam yang lalu
Biksu Buddha di China...
Biksu Buddha di China Dilaporkan Ditahan usai Peringati Peristiwa Tiananmen
4 jam yang lalu
Trump Akui AS Balas...
Trump Akui AS Balas Penembakan Helikopter oleh Iran, Meski Awalnya Meremehkan
4 jam yang lalu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved