Menlu Retno: Keselamatan 10 WNI dari Abu Sayyaf Faktor Utama!

Selasa, 05 April 2016 - 13:38 WIB
Menlu Retno: Keselamatan...
Menlu Retno: Keselamatan 10 WNI dari Abu Sayyaf Faktor Utama!
A A A
JAKARTA - Menteri Luar Negeri (Menlu) Indonesia Retno Lestari Priansari Marsudi, pada Selasa (5/4/2016) mengaku telah melakukan pertemuan dengan otoritas Filipina dalam upaya pembebasan 10 warga negara Indonesia yang disandera kelompok Abu Sayyaf.

Dalam pertemuan itu, Menlu Retno menegaskan bahwa Indonesia dan Filipina sepakat keselamatan 10 WNI menjadi faktor utama.

Retno mengungkapkan beberapa hasil pembahasan dirinya dengan Menlu Filipina dan panglima militer negara itu terkait pembebasan 10 WNI.

”Sesuai dengan instruksi Presiden RI, saya telah melakukan kunjungan ke Filipina pada tanggal 1 dan 2 april 2016. Selama kunjungan saya diterima langsung oleh Presiden Filipina dan kemudian ditindaklanjuti dengan pertemuan secara terpisah dengan Menlu Filipina dan Panglima Angkatan Bersenjata Filipina,” katanya.

“Tujuannya adalah untuk mengintensifkan komunikasi dan koordinasi dengan Pemerintah Filipina dalam upaya pembebasan sandera WNI. Lalu, yang kedua adalah menekankan kembali mengenai pentingnya keselamatan 10 WNI,” ujarnya.

“Yang ketiga, menyampaikan apresiasi atas kerja sama yang sejauh ini telah diberikan oleh otoritas Filipina dalam rangka koordinasi dan pelepasan sandera. Dan yang keempat adalah melakukan komunikasi dengan pihak terkait lainnya,” sambung Menlu Retno.

Retno menuturkan sebagai tindak lanjut kunjungannya ke Filipina, telah dilakukan rapat koordinsi yang dipimpin oleh Menkopolhukam, dan dalam pertemuan lebih lanjut telah dibahas mengenai koordinasi lintas sektoral dalam upaya pelepasan sandera. Proses koordinasi semcam ini, kata dia, akan terus dilakukan baik secara internal maupun dengan Pemerintah Filipina.

“Setiap hari komunikasi juga dilakukan dengan Pemerintah Filipina, setiap hari kami masih melakukan komuniksi dan koordinasi dengan Pemerintah Filipina. Dalam setiap komunikasi, prinsip utama telah dipahami yaitu keselamatan sandera merupakan acuan utama dari berbagai opsi yang ada. Ini telah disampaikan kepada Pemerintah Filipina,” ujarnya.
(mas)
Berita Terkait
Pelaku Bom Filipina...
Pelaku Bom Filipina Disebut WNI, Menlu: Masih Diselidiki
3 Alasan Timnas Indonesia...
3 Alasan Timnas Indonesia Tidak Boleh Kalah di Pertandingan Filipina vs Indonesia
Kemlu Selidiki Dua WNI...
Kemlu Selidiki Dua WNI Jadi Buron Kasus Terorisme di Filipina
Jelang Timnas Indonesia...
Jelang Timnas Indonesia vs Filipina, Bung Kus Sebut Moral Pemain Sudah Oke!
Michael Weiss Beberkan...
Michael Weiss Beberkan 2 Keuntungan Filipina Kalahkan Timnas Indonesia
3 Pemain Filipina yang...
3 Pemain Filipina yang Wajib Diwaspadai Timnas Indonesia
Berita Terkini
Dipaksa Akui Israel...
Dipaksa Akui Israel untuk Kesepakatan Nuklir, Akankah Saudi Merapat ke China dan Pakistan?
55 menit yang lalu
Trump Tiba-tiba Ganti...
Trump Tiba-tiba Ganti Pesawat karena Takut Dibunuh usai KTT NATO di Turki
1 jam yang lalu
Memanas, Kuwait dan...
Memanas, Kuwait dan Bahrain Lancarkan Serangan Udara ke Iran
2 jam yang lalu
Viral Video Trump Pingsan...
Viral Video Trump Pingsan dan Terduduk Lemas saat Mau Masuk Limusin
3 jam yang lalu
Trump Ungkap Iran Sedang...
Trump Ungkap Iran Sedang Bernegosiasi dengan AS, Peringatkan Teheran Tak Boleh Punya Senjata Nuklir
4 jam yang lalu
Jaksa ICC Karim Khan...
Jaksa ICC Karim Khan Dicopot dari Jabatannya atas Tuduhan Pelecehan Seksual Bermotif Politik
6 jam yang lalu
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved