Dicap Gagal Lindungi Gafatar, Human Rights Watch Kritik Indonesia

Rabu, 30 Maret 2016 - 17:12 WIB
Dicap Gagal Lindungi...
Dicap Gagal Lindungi Gafatar, Human Rights Watch Kritik Indonesia
A A A
JAKARTA - Kelompok HAM internasional Human Rights Watch (HRW) mengkritik para pejabat pemerintah dan pasukan keamanan Indonesia yang dianggap gagal melindungi komunitas Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar).

Menurut HRW, pasukan keamanan Indonesia telah terlibat dalam penggusuran paksa terhadap lebih dari 7 ribu anggota Gafatar dari rumah-rumah mereka di Kalimantan sejak Januari 2016.

Kelompok HAM ini melakukan penelitian di Provinsi Kalimantan Barat dan Timur. HRW menyimpulkan bahwa pasukan keamanan Indonesia gagal melindungi anggota Gafatar dari pengusiran dan penjarahan.

Kelompok etnis dan pejabat negara telah bertindak atas nama 'kerukunan beragama' untuk menolak anggota komunitas Gafatar atas hak-hak dasar mereka untuk keamanan dan kebebasan beragama,” kata Phelim Kine, Wakil Direktur Asia HRW yang dikutip Sindonews dari situs resmi HRW, Rabu (30/3/2016).

Instansi pemerintah dan aparat keamanan bukannya sedikit melindungi anggota Gafatar dari pengusiran, melainkan membantu dalam penggusuran paksa, mengunci mereka, dan menceraiberaikan mereka di seluruh negeri,” lanjut Kine.

HRW telah menerima aduan dari mantan anggota Gafatar yang dievakuasi paksa dari Kalimantan ke Jawa. Mereka mengadu bahwa pihak berwenang Indonesia bertindak sewenang-wenang dengan menahan, menginterogasi dan mengancam mereka dengan tuntutan pidana.

Sepak terjang Gafatar juga disorot HRW ketika muncul sentimen ketidaksukaan publik Indonesia karena Gafatar dianggap melakukan “penculikan” dan perekrutan paksa. Komunitas Gafatar juga kerap dianggap sebagai penganut ajaran sesat.

Lebih lanjut, HRW juga mencatat laporan media yang melaporkan bahwa Gafatar merupakan gerakan yang mengarah pada separatisme dengan tujuan menciptakan negara teokrasi merdekadi Kalimantan.


Pada tanggal 14 Januari, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menginstruksikan pemerintah daerah untuk menutup kantor Gafatar. Pada 24 Maret, Jaksa Agung Muhammad Prasetyo mengumumkan keputusan bersama yang ditandatangani oleh Menteri Agama Lukman Saifuddin dan Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo untuk melarang kegiatan Gafatar.

Jika kita membiarkannya, Gafatar berpotensi menyebabkan keresahan masyarakat dan memicu berbagai masalah sensitif lainnya. Jadi saya berharap semua pihak memahami bahwa ini demi menjaga kerukunan beragama,” kata Jaksa Agung Muhammad Prasetyo, dalam konferensi pers pada tanggal 24 Maret.

Seorang juru bicara Gafatar, Farah Meifira, mengatakan kepada HRW bahwa massa melakukan kekerasan dengan menggusur paksa 2.422 keluarga yang berjumlah 7.916 orangtermasuk di dalamnya anak-anakdari Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur antara pertengahan Januari dan pertengahan Februari.

(mas)
Berita Terkait
Tetap Bangga, Suporter...
Tetap Bangga, Suporter Lantunkan Nyanyian Terima Kasih untuk Timnas Indonesia U-23
Viral ! Suporter Timnas...
Viral ! Suporter Timnas Indonesia U-23 Salat Berjamaah Sebelum Lawan Australia
Indonesia jadi Tuan...
Indonesia jadi Tuan Rumah Forum Indonesia-Afrika
Omicron Masuk Indonesia,...
Omicron Masuk Indonesia, Ini Kata Epidemiolog Universitas Indonesia
Jokowi Janji ke Timnas...
Jokowi Janji ke Timnas RI untuk Buatkan Training Center
Lezatnya Aneka Kuliner...
Lezatnya Aneka Kuliner Jawa di Event Warisan Budaya Indonesia
Berita Terkini
Diduga Terlibat dalam...
Diduga Terlibat dalam Skandal Seks, Bill Gates Hadapi Sidang di DPR AS
50 menit yang lalu
Pakar Militer Klaim...
Pakar Militer Klaim Iran Ingin Memulihkan Daya Tolak Terhadap Serangan AS
1 jam yang lalu
Bagaimana AS Kehilangan...
Bagaimana AS Kehilangan Helikopter Apache Pertama dalam Perang dengan Iran?
2 jam yang lalu
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Udara di Afghanistan, 13 Orang Tewas
3 jam yang lalu
Pilot Air Canada Ini...
Pilot Air Canada Ini Dituduh Terbang selama 17 Tahun Tanpa Lisensi yang Sah
4 jam yang lalu
Imigran Sudan Tikam...
Imigran Sudan Tikam Warga Lokal, Kerusuhan Pecah di Irlandia Utara
5 jam yang lalu
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved