Suami Terpikat Polisi Gay, Istri di Ukraina Serukan Larangan LGBT
Selasa, 29 Maret 2016 - 08:56 WIB
Suami Terpikat Polisi Gay, Istri di Ukraina Serukan Larangan LGBT
A
A
A
KIEV - Seorang istri di Ukraina membuat petisi untuk melarang lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT) setelah sang suami meninggalkannya demi seorang polisi gay.
Wanita itu telah berdebat hebat dengan suaminya dan terkejut ketika seorang polisi gay Ukraina muncul di depan pintu mereka.
Wanita yang identitasnya dia rahasiakan itu membuat petisi yang melarang LGBT, khususnya polisi gay di negaranya.
”Saya melewati dua minggu ‘neraka’ mencoba untuk mendapatkan suami saya kembali, tapi semua yang saya dapatkan adalah ancaman dari petugas gay,” bunyi petisi itu.
”Orang-orang harus menyadari bahwa saat menghubungi polisi, mereka menjalankan risiko kehilangan suami,” lanjut petisi tersebut, seperti dilansir Russia Today, semalam (28/3/2016). ”Polisi gay di kota kami harus dilarang.”
Menurutnya, ada dua polisi gay dan seorang polisi lesbian di kotanya, Ivano-Frankovsk, Ukraina. Petisi itu diterbitkan hari Sabtu lalu dan telah memperoleh lima tanda tangan sejauh ini. Petisi itu butuh 245 tanda tangan hingga akhir Juni untuk ditinjau oleh pihak berwenang setempat.
Baru-baru ini Ruslan Martsinkiv, Wali Kota Ivano-Frankovsk, membuat pernyataan publik bahwa perilaku homoseksual kurang berperasaan. Dia mendesak publik Ukraina untuk mengingat “nilai-nilai tradisional” ketika hendak berintergasi dengan Eropa.
Sebuah parade kebanggaan gay di Ukraina telah dibubarkan oleh kelompok nasionalis. Hal itu membuat Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk Ukraina, Geoffrey Pyat, meragukan nasib masa depan Ukraina untuk bergabung dengan Eropa.
Wanita itu telah berdebat hebat dengan suaminya dan terkejut ketika seorang polisi gay Ukraina muncul di depan pintu mereka.
Wanita yang identitasnya dia rahasiakan itu membuat petisi yang melarang LGBT, khususnya polisi gay di negaranya.
”Saya melewati dua minggu ‘neraka’ mencoba untuk mendapatkan suami saya kembali, tapi semua yang saya dapatkan adalah ancaman dari petugas gay,” bunyi petisi itu.
”Orang-orang harus menyadari bahwa saat menghubungi polisi, mereka menjalankan risiko kehilangan suami,” lanjut petisi tersebut, seperti dilansir Russia Today, semalam (28/3/2016). ”Polisi gay di kota kami harus dilarang.”
Menurutnya, ada dua polisi gay dan seorang polisi lesbian di kotanya, Ivano-Frankovsk, Ukraina. Petisi itu diterbitkan hari Sabtu lalu dan telah memperoleh lima tanda tangan sejauh ini. Petisi itu butuh 245 tanda tangan hingga akhir Juni untuk ditinjau oleh pihak berwenang setempat.
Baru-baru ini Ruslan Martsinkiv, Wali Kota Ivano-Frankovsk, membuat pernyataan publik bahwa perilaku homoseksual kurang berperasaan. Dia mendesak publik Ukraina untuk mengingat “nilai-nilai tradisional” ketika hendak berintergasi dengan Eropa.
Sebuah parade kebanggaan gay di Ukraina telah dibubarkan oleh kelompok nasionalis. Hal itu membuat Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk Ukraina, Geoffrey Pyat, meragukan nasib masa depan Ukraina untuk bergabung dengan Eropa.
(mas)