PM Netanyahu: Saatnya Israel dan Indonesia Berhubungan Resmi

Selasa, 29 Maret 2016 - 07:22 WIB
PM Netanyahu: Saatnya...
PM Netanyahu: Saatnya Israel dan Indonesia Berhubungan Resmi
A A A
YERUSALEM - Perdana Menteri (PM) Israel, Benjamin Netanyahu, menyerukan pembentukan hubungan diplomatik resmi antara Israel dan Indonesia. Netanyahu menyebut kedua negara adalah “sekutu” dalam hal memerangi terorisme.

Seruan Netanyahu itu disampaikan hari Senin waktu Yerusalem. Namun, Pemerintah Indonesia sudah berulang kali menegaskan bahwa Indonesia dan Israel tidak akan menjalin hubungan diplomatik sebelum Palestina merdeka.

Sudah waktunya untuk menjadi hubungan resmi antara Indonesia dan Israel. Kami memiliki banyak peluang kerjasama bilateral, khususnya di bidang teknologi air dan teknologi tinggi,” katanya di hadapan delegasi wartawan Indonesia.

Netanyahu mengatakan pembinaan hubungan kedua negara didorong oleh upaya anti-teror dan faktor ekonomi. Netanyahu selama ini juga mengklaim bahwa Israel “akrab” dengan negara-negara Arab moderat.

Sudah waktunya untuk mengubah hubungan kami, karena alasan mencegah tidak lagi relevan, katanya, mengacu pada upaya mencegah aksi terorisme. Dia menambahkan bahwa Yerusalem dan Jakarta adalah "sekutu" dalam melawan ancaman terorisme.


PM Netanyahu melanjutkan, bahwa dia menjalin pertemanan pribadi dengan orang-orang Indonesia.”Saya punya cukup teman Facebook, beberapa orang Indonesia,” katanya, seperti dikutip Times of Israel, Senin (28/3/2016).

Pada awal bulan ini, Wakil Menteri Luar Negeri Israel, Tzipi Hotovely, mengatakan kepada anggota Knesset bahwa Israel memiliki hubungan rahasia dengan Indonesia. Dia membela keputusan Israel untuk melarang Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Lestari Priansari Marsudi untuk memasuki Ramalallah, Palestina, karena dia tidak berencana untuk mengunjungi para pejabat Israel di Yerusalem.

Menlu Retno kala itu telah dijadwalkan untuk bertemu dengan Presiden Otoritas Palestina, Mahmoud Abbas dan Menteri Luar Negeri Otoritas Palestina, Riyad Al-Maliki, untuk meresmikan sebuah konsulat kehormatan di Ramallah. Namun, karena ada larangan melintas dari Israel, Retno memindahkan pertemuan itu ke Amman, Yordania.
(mas)
Berita Terkait
DPR Minta Indonesia...
DPR Minta Indonesia Inisiasi KTT Luar Biasa OKI Sikapi Serangan Israel ke Palestina
Tolak Aneksasi Israel,...
Tolak Aneksasi Israel, Dubes Palestina: Terima Kasih Indonesia
Serangan Israel Hantam...
Serangan Israel Hantam Masjid di Kota Rafah, Gaza Selatan, 5 Tewas
Indonesia Kutuk Keras...
Indonesia Kutuk Keras Serangan Brutal Israel ke RS di Gaza Palestina
Indonesia Didorong Aktif...
Indonesia Didorong Aktif dalam Penyelesaian Konflik Palestina dan Israel
Diam-diam, Para Pakar...
Diam-diam, Para Pakar Teknologi Israel Kunjungi Indonesia dan Bangun Relasi
Berita Terkini
3 Fakta Bantahan Azerbaijan...
3 Fakta Bantahan Azerbaijan Terkait Wilayahnya Digunakan Israel dalam Perang Iran
2 jam yang lalu
3 Fakta Penembakan Bayi...
3 Fakta Penembakan Bayi Palestina Berusia 7 Bulan oleh Tentara Israel
5 jam yang lalu
Selalu Jadi Target Iran,...
Selalu Jadi Target Iran, Kuwait Beli Senjata Anti-Drone Senilai Rp36 Triliun dari AS
7 jam yang lalu
140 Drone Ukraina Hajar...
140 Drone Ukraina Hajar St Petersburg, Rusia: Serangan Ini Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
7 jam yang lalu
Putin Klaim Tak Melihat...
Putin Klaim Tak Melihat Adanya Provokasi dari Iran
9 jam yang lalu
Hanya Karena Dukung...
Hanya Karena Dukung Iran, Presenter TV Cantik Kuwait Ini Dijatuhi Hukuman Penjara
10 jam yang lalu
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved