Indonesia Kecam Serangan Bom Brussels
Selasa, 22 Maret 2016 - 19:53 WIB
Indonesia Kecam Serangan Bom Brussels
A
A
A
JAKARTA - Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Luar Negeri melemparkan kecaman keras atas serangan bom yang menghantam ibukota Belgia, Brussels. Belasan orang dikabarkan tewas dalam serangan tersebut.
"Pemerintah dan rakyat Indonesia menyampaikan simpati dan duka cita yang mendalam kepada rakyat dan pemerintah Belgia, khususnya kepada korban dan keluarga korban," kata Kemlu dalam siaran pers yang diterima Sindonews pada Selasa (22/3).
Kemlu, berdasarkan informasi dari Keduataan Besar Indonesia (KBRI) di Brussels kembali mengatakan bahwa tidak ada warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban dalam serangan tersebut. Meski demikikan, KBRI Brussels terus berkoordinasi dengan otoritas keamanan dan rumah sakit di Brussel untuk memperoleh informasi lebih jauh mengenai kemungkinan WNI yang menjadi korban.
"KBRI Brussels juga terus berkomunikasi dengan berbagai komunitas Indonesia di Belgia dan menghimbau WNI di Belgia untuk meningkatkan kewaspadaan dan menghindari wilayah-wilayah yang dapat menjadi target," sambungnya.
"Indonesia kembali menegaskan bahwa aksi terorisme atau kekerasan dalam bentuk dan untuk alasan apapun tidak dapat ditoleransi. Pemerintah Indonesia mengajak komunitas internasional untuk meningkatkan kerja sama dalam mengatasi radikalisme dan melawan terorisme," imbuhnya.
Sementara itu, bagi WNI yang memerlukan informasi lebih lanjut dapat menghubungi hotline KBRI Brussel di nomor :+32 478957214atau+32 478405728.
"Pemerintah dan rakyat Indonesia menyampaikan simpati dan duka cita yang mendalam kepada rakyat dan pemerintah Belgia, khususnya kepada korban dan keluarga korban," kata Kemlu dalam siaran pers yang diterima Sindonews pada Selasa (22/3).
Kemlu, berdasarkan informasi dari Keduataan Besar Indonesia (KBRI) di Brussels kembali mengatakan bahwa tidak ada warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban dalam serangan tersebut. Meski demikikan, KBRI Brussels terus berkoordinasi dengan otoritas keamanan dan rumah sakit di Brussel untuk memperoleh informasi lebih jauh mengenai kemungkinan WNI yang menjadi korban.
"KBRI Brussels juga terus berkomunikasi dengan berbagai komunitas Indonesia di Belgia dan menghimbau WNI di Belgia untuk meningkatkan kewaspadaan dan menghindari wilayah-wilayah yang dapat menjadi target," sambungnya.
"Indonesia kembali menegaskan bahwa aksi terorisme atau kekerasan dalam bentuk dan untuk alasan apapun tidak dapat ditoleransi. Pemerintah Indonesia mengajak komunitas internasional untuk meningkatkan kerja sama dalam mengatasi radikalisme dan melawan terorisme," imbuhnya.
Sementara itu, bagi WNI yang memerlukan informasi lebih lanjut dapat menghubungi hotline KBRI Brussel di nomor :+32 478957214atau+32 478405728.
(esn)