Pengadilan Rusia Vonis Pilot Perempuan Ukraina Bersalah
Selasa, 22 Maret 2016 - 18:09 WIB
Pengadilan Rusia Vonis Pilot Perempuan Ukraina Bersalah
A
A
A
MOSKOW - Hakim pengadilan Rusia memvonis pilot perempuan asal Ukraina, Nadezha Savchenko, bersalah karena terlibat dalam pembunuhan dua wartawan Rusia. Vonis ini diprediksi akan semakin meningkatkan tensi hubungan yang telah panas antara Moskow dengan Kiev.
Hakim Leonid Stepanenko mengatakan, Savchenko secara sengaja telah meyebabkan kematian dua orang wartawan. Hal itu dilakukannya berdasarkan konspirasi dan termotivasi oleh kebencian dan permusuhan. Setelah membacakan vonis tersebut, Hakim menunda persidangan, seperti dikutip dari Reuters, Selasa (22/3/2016).
Terkait hal tersebut, juru bicara Presiden Ukraina Petro Poroshenko menyebut proses pengadilan terhadap Savchenko sebagai lelucon. Ia mengatakan, Kiev akan meningkatkan tekanan pada Moskow untuk melepaskan Savchenko yang terpilih menjadi anggota parlemen saat ditahan oleh Rusia.
Savchenko (34) ditangkap oleh pemberontak pro-Moskow di Ukraina timur pada Juni 2014 selama konflik separatis di sana. Ia kemudian diserahkan ke Rusia, di mana ia dituduh mengarahkan tembakan mortir yang menewaskan dua wartawan Rusia. Ia pun membantah melakukan hal tersebut.
Amerika Serikat (AS) dan Uni Eropa telah meminta Rusia untuk membebaskan Savchenko, yang telah melakukan berbagai aksi mogok makan untuk mencoba mempercepat persidangan, atas dasar kemanusiaan. Sekretaris Negara AS, John Kerry, diharapkan akan menyinggung permasalahan ini saat bertandang ke Kremlin pada akhir pekan ini.
Hakim Leonid Stepanenko mengatakan, Savchenko secara sengaja telah meyebabkan kematian dua orang wartawan. Hal itu dilakukannya berdasarkan konspirasi dan termotivasi oleh kebencian dan permusuhan. Setelah membacakan vonis tersebut, Hakim menunda persidangan, seperti dikutip dari Reuters, Selasa (22/3/2016).
Terkait hal tersebut, juru bicara Presiden Ukraina Petro Poroshenko menyebut proses pengadilan terhadap Savchenko sebagai lelucon. Ia mengatakan, Kiev akan meningkatkan tekanan pada Moskow untuk melepaskan Savchenko yang terpilih menjadi anggota parlemen saat ditahan oleh Rusia.
Savchenko (34) ditangkap oleh pemberontak pro-Moskow di Ukraina timur pada Juni 2014 selama konflik separatis di sana. Ia kemudian diserahkan ke Rusia, di mana ia dituduh mengarahkan tembakan mortir yang menewaskan dua wartawan Rusia. Ia pun membantah melakukan hal tersebut.
Amerika Serikat (AS) dan Uni Eropa telah meminta Rusia untuk membebaskan Savchenko, yang telah melakukan berbagai aksi mogok makan untuk mencoba mempercepat persidangan, atas dasar kemanusiaan. Sekretaris Negara AS, John Kerry, diharapkan akan menyinggung permasalahan ini saat bertandang ke Kremlin pada akhir pekan ini.
(ian)