Gelar Operasi Kontra Terorisme, Turki Tahan 47 Orang
Rabu, 16 Maret 2016 - 22:45 WIB
Gelar Operasi Kontra Terorisme, Turki Tahan 47 Orang
A
A
A
ISTANBUL - Media Turki, Anadolu melaporkan, sedikitnya 47 orang ditahan dalam operasi kontra terorisme di Turki. Operasi ini ditujukan pada anggota Partai Pekerja Kurdistan (PKK) di Istanbul. Operasi kontra terorisme ini dilakukan pasca ledakan bom bunuh diri pada akhir pekan lalu.
Dalam laporannya, Anadolu menyatakan, operasi dilakukan di 16 wilayah yang ada di Istanbul. Operasi ini pun menjadi salah satu operasi terbesar yang pernah dilakukan di Istanbul, seperti dikutip dari Xinhua, Rabu (16/3/2016).
Tim anti-teror yang didukung oleh helikopter polisi telah menahan sebanyak 20 orang, termasuk pengacara di Istanbul. Jumlah penahanan telah mencapai 79 pasca serangan bom mobil di ibu kota Ankara pada hari Minggu, di mana 37 orang tewas.
Hingga saat ini, belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas serangan bom di Ankara. Serangan tersebut adalah yang ketiga kalinya terjadi di Ankara dalam waktu kurang dari lima bulan.
Namun, Kementerian Dalam Negeri Turki mengumumkan, serangan itu dilakukan oleh anggota kelompok PKK. Menteri Dalam Negeri Turki Efkan Ala mengatakan, mungkin ada penyerang kedua yang terlibat dalam pengeboman.
Dalam laporannya, Anadolu menyatakan, operasi dilakukan di 16 wilayah yang ada di Istanbul. Operasi ini pun menjadi salah satu operasi terbesar yang pernah dilakukan di Istanbul, seperti dikutip dari Xinhua, Rabu (16/3/2016).
Tim anti-teror yang didukung oleh helikopter polisi telah menahan sebanyak 20 orang, termasuk pengacara di Istanbul. Jumlah penahanan telah mencapai 79 pasca serangan bom mobil di ibu kota Ankara pada hari Minggu, di mana 37 orang tewas.
Hingga saat ini, belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas serangan bom di Ankara. Serangan tersebut adalah yang ketiga kalinya terjadi di Ankara dalam waktu kurang dari lima bulan.
Namun, Kementerian Dalam Negeri Turki mengumumkan, serangan itu dilakukan oleh anggota kelompok PKK. Menteri Dalam Negeri Turki Efkan Ala mengatakan, mungkin ada penyerang kedua yang terlibat dalam pengeboman.
(ian)