Oposisi: Transisi Dapat Dimulai Jika Assad Tewas atau Lengser
Minggu, 13 Maret 2016 - 11:09 WIB
Oposisi: Transisi Dapat Dimulai Jika Assad Tewas atau Lengser
A
A
A
JENEWA - Negosiator oposisi Suriah, Mohamad Alloush mengatakan, transisi politik Suriah hanya bisa di mulai jika Bashar al-Assad tidak lagi menjadi Presiden Suriah.
"Kami menganggap bahwa masa transisi dimulai dengan jatuhnya Bashar al-Assad atau kematiannya," katanya kepada wartawan di Jenewa, di mana putaran perundingan perdamaian akan dimulai pada hari Senin.
"Tidak ada kemungkinan untuk memulai periode ini dengan hadirnya rezim ini atau kepala rezim ini dalam kekuasaan," imbuhnya seperti dikutip dari Reuters, Minggu (13/3/2016).
Ia bahkan menggambarkan negosiasi menjadi tidak berguna jika pembahasan mengenai masa depan Assad tidak ada didalamnya. Komentar ini menanggapi pernyataan Menteri Luar Negeri Suriah Walid al-Moualem yang menyatakan negosiasi damai tidak akan membahas masa depan Bashar al-Assad.
Sebelumnya, Pemerintah Suriah menegaskan, mereka akan menolak semua bentuk pembicaraan yang membahas mengenai nasib Presiden Suriah Bashar al-Assad. Terlebih, bagi mereka yang mendesak agar Assad segera mundur dari jabatannya saat ini.
"Kami tidak akan berbicara kepada siapapun yang berbicara tentang posisi Presiden. Al-Assad adalah garis merah, dia adalah milik rakyat Suriah," kata Menteri Luar Negeri Suriah, Walid al-Moualem.
"Kami menganggap bahwa masa transisi dimulai dengan jatuhnya Bashar al-Assad atau kematiannya," katanya kepada wartawan di Jenewa, di mana putaran perundingan perdamaian akan dimulai pada hari Senin.
"Tidak ada kemungkinan untuk memulai periode ini dengan hadirnya rezim ini atau kepala rezim ini dalam kekuasaan," imbuhnya seperti dikutip dari Reuters, Minggu (13/3/2016).
Ia bahkan menggambarkan negosiasi menjadi tidak berguna jika pembahasan mengenai masa depan Assad tidak ada didalamnya. Komentar ini menanggapi pernyataan Menteri Luar Negeri Suriah Walid al-Moualem yang menyatakan negosiasi damai tidak akan membahas masa depan Bashar al-Assad.
Sebelumnya, Pemerintah Suriah menegaskan, mereka akan menolak semua bentuk pembicaraan yang membahas mengenai nasib Presiden Suriah Bashar al-Assad. Terlebih, bagi mereka yang mendesak agar Assad segera mundur dari jabatannya saat ini.
"Kami tidak akan berbicara kepada siapapun yang berbicara tentang posisi Presiden. Al-Assad adalah garis merah, dia adalah milik rakyat Suriah," kata Menteri Luar Negeri Suriah, Walid al-Moualem.
(ian)