Soal Tes Rudal Iran, AS Pilih Jalan Damai
Rabu, 09 Maret 2016 - 23:07 WIB
Soal Tes Rudal Iran, AS Pilih Jalan Damai
A
A
A
WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) menyatakan, tes rudal balistik yang dilakukan oleh Iran tidak melanggar perjanjian nuklir internasional. AS akan mengatasi masalah tersebut secara tepat dengan alat unilateral dan multilateral.
"Ini bukan pelanggaran perjanjian nuklir," kata juru bicara Gedung Putih, Josh Earnest mengacu pada Rencana Aksi Komprehensif Bersama yang menjadi mekanisme pelaksanaan kesepakatan nuklir, seperti dikutip dari Xinhua, Rabu (9/3/2016).
Pernyataan senada juga diungkapkan oleh juru bicara Departemen Luar Negeri AS, John Kirby yang menyatakan bahwa uji coba, jika dikonfirmasi, tidak akan melanggar kesepakatan nuklir Iran. Namun, ia memperingatkan bahwa Amerika Serikat tidak akan "menutup mata untuk hal ini."
"Kami memiliki dan kami akan menggunakan alat unilateral dan multilateral untuk mengatasi hal ini. Jika laporan-laporan terbaru yang benar, kami akan mengambil mereka dengan tepat," kata Kirby.
Sebelumnya pada hari Selasa, Iran menguji tembak beberapa rudal balistik dalam latihan militer yang sedang berlangsung dihadiri oleh komandan senior Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC).
"Ini bukan pelanggaran perjanjian nuklir," kata juru bicara Gedung Putih, Josh Earnest mengacu pada Rencana Aksi Komprehensif Bersama yang menjadi mekanisme pelaksanaan kesepakatan nuklir, seperti dikutip dari Xinhua, Rabu (9/3/2016).
Pernyataan senada juga diungkapkan oleh juru bicara Departemen Luar Negeri AS, John Kirby yang menyatakan bahwa uji coba, jika dikonfirmasi, tidak akan melanggar kesepakatan nuklir Iran. Namun, ia memperingatkan bahwa Amerika Serikat tidak akan "menutup mata untuk hal ini."
"Kami memiliki dan kami akan menggunakan alat unilateral dan multilateral untuk mengatasi hal ini. Jika laporan-laporan terbaru yang benar, kami akan mengambil mereka dengan tepat," kata Kirby.
Sebelumnya pada hari Selasa, Iran menguji tembak beberapa rudal balistik dalam latihan militer yang sedang berlangsung dihadiri oleh komandan senior Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC).
(ian)