Erdogan Usul Bangun Kota Pengungsi di Suriah Utara
Sabtu, 05 Maret 2016 - 15:33 WIB
Erdogan Usul Bangun Kota Pengungsi di Suriah Utara
A
A
A
ANKARA - Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, memaparkan usulannya untuk membangun sebuah kota baru di Suriah utara yang dekat perbatasan Turki. Kota baru itu dia usulkan menjadi “kota pengungsi” yang akan jadi rumah bagi jutaan orang yang melarikan diri dari perang saudara di Suriah.
Erdogan mengatakan dalam sebuah pidato di Istanbul, Jumat malam, mengatakan bahwa idenya itu telah dia bahas bersama Presiden Amerika Serikat (AS), Barack Obama.
”Saya akan memberitahu Anda sesuatu. Formula apa? Kami menemukan sebuah kota di utara Suriah,” kata Erdogan, yang dikutip oleh kantor berita Anatolia, Sabtu (5/3/2016).
Dia mengatakan kota luasnya 4.500 km persegi. Kota tersebut bisa dibangun infrastruktur yang melibatkan masyarakat internasional.
“Pengungsi dari Suriah bisa ‘dimukimkan kembali’ di sana,” katanya. Kota baru itu, lanjut Erdogan akan sebanding dengan beberapa kota besar di AS.
”Kami telah mendiskusikan ini dengan Obama dan bahkan telah mengatur koordinat, tetapi belum membuahkan hasil,” ujar Erdogan. Dia tidak memberikan skala waktu untuk bagaimana proyek itu dapat direalisasikan.
Turki telah berulang kali berusaha membujuk sekutu Barat-nya untuk membantu menciptakan apa yang disebut sebagai “zona aman” di wilayah Suriah yang bisa menjadi rumah bagi pengungsi Suriah. Namun, ide pembangunan “kota pengungsi” itu baru pertama kalinya diusulkan Erdogan.
Turki saat ini menampung sekitar 2,7 juta pengungsi Suriah yang melarikan diri dari perang saudara selama lima tahun terakhir. Turki telah mengeluhkan kurangnya dukungan internasional dalam merawat para pengungsi Suriah.
Erdogan mengatakan dalam sebuah pidato di Istanbul, Jumat malam, mengatakan bahwa idenya itu telah dia bahas bersama Presiden Amerika Serikat (AS), Barack Obama.
”Saya akan memberitahu Anda sesuatu. Formula apa? Kami menemukan sebuah kota di utara Suriah,” kata Erdogan, yang dikutip oleh kantor berita Anatolia, Sabtu (5/3/2016).
Dia mengatakan kota luasnya 4.500 km persegi. Kota tersebut bisa dibangun infrastruktur yang melibatkan masyarakat internasional.
“Pengungsi dari Suriah bisa ‘dimukimkan kembali’ di sana,” katanya. Kota baru itu, lanjut Erdogan akan sebanding dengan beberapa kota besar di AS.
”Kami telah mendiskusikan ini dengan Obama dan bahkan telah mengatur koordinat, tetapi belum membuahkan hasil,” ujar Erdogan. Dia tidak memberikan skala waktu untuk bagaimana proyek itu dapat direalisasikan.
Turki telah berulang kali berusaha membujuk sekutu Barat-nya untuk membantu menciptakan apa yang disebut sebagai “zona aman” di wilayah Suriah yang bisa menjadi rumah bagi pengungsi Suriah. Namun, ide pembangunan “kota pengungsi” itu baru pertama kalinya diusulkan Erdogan.
Turki saat ini menampung sekitar 2,7 juta pengungsi Suriah yang melarikan diri dari perang saudara selama lima tahun terakhir. Turki telah mengeluhkan kurangnya dukungan internasional dalam merawat para pengungsi Suriah.
(mas)