Israel Tuding Pemerintah Suriah Gunakan Senjata Kimia
Rabu, 02 Maret 2016 - 20:31 WIB
Israel Tuding Pemerintah Suriah Gunakan Senjata Kimia
A
A
A
YERUSALEM - Israel menuding pemerintah Suriah telah menggunakan senjata kimia terhadap warga sipil selama gencatan senjata di Suriah berlangsung. Tudingan itu disampaikan oleh Menteri Pertahanan Israel Moshe Ya'alon.
"Pemerintah Suriah awalnya menggunakan senjata kimia industri, tapi akhir-akhir ini mereka telah mulai menggunakan zat seperti klorin dan mereka menggunakannya terhadap warga sipil," kata Ya'alon dalam sebuah pernyataan.
"Mereka terus melakukan itu sekarang, selama gencatan senjata di Suriah dilaksanakan. Mereka biasanya melakukan serangan dengan menjatuhkan bom barel yang berisi gas klorin," sambungnya, seperti dilansir Sputnik pada Rabu (2/3).
Senjata kimia di Suriah sendiri sejatinya sudah dimusnahkan sejak tahun 2013 lalu. Pemusnahan senjata itu dilakukan setelah adanya tekanan kuat dari dunia internasional, termasuk Rusia paska adanya serangan senjata kimia besar-besaran di Suriah.
Serangan dengan menggunakan senjata kimia tersebut menghantam wilayah Ghouta. Dimana, dalam serangan tersebut setidaknya 1.300 orang, dimana mayoritas diantara mereka warga sipil, tewas.
Namun, walaupun sudah dilakukan pemusnahan, atas permintaan Rusia, pemerintah Suriah terus berada dalam pengawasan dunia internasional terkait pengembangan senjata kimia.
"Pemerintah Suriah awalnya menggunakan senjata kimia industri, tapi akhir-akhir ini mereka telah mulai menggunakan zat seperti klorin dan mereka menggunakannya terhadap warga sipil," kata Ya'alon dalam sebuah pernyataan.
"Mereka terus melakukan itu sekarang, selama gencatan senjata di Suriah dilaksanakan. Mereka biasanya melakukan serangan dengan menjatuhkan bom barel yang berisi gas klorin," sambungnya, seperti dilansir Sputnik pada Rabu (2/3).
Senjata kimia di Suriah sendiri sejatinya sudah dimusnahkan sejak tahun 2013 lalu. Pemusnahan senjata itu dilakukan setelah adanya tekanan kuat dari dunia internasional, termasuk Rusia paska adanya serangan senjata kimia besar-besaran di Suriah.
Serangan dengan menggunakan senjata kimia tersebut menghantam wilayah Ghouta. Dimana, dalam serangan tersebut setidaknya 1.300 orang, dimana mayoritas diantara mereka warga sipil, tewas.
Namun, walaupun sudah dilakukan pemusnahan, atas permintaan Rusia, pemerintah Suriah terus berada dalam pengawasan dunia internasional terkait pengembangan senjata kimia.
(esn)