Rebut Crimea dari Rusia, Ukraina Siapkan Pasukan Khusus

Sabtu, 27 Februari 2016 - 14:05 WIB
Rebut Crimea dari Rusia,...
Rebut Crimea dari Rusia, Ukraina Siapkan Pasukan Khusus
A A A
KIEV - Ukraina telah melatih unit pasukan khusus yang disiapkan untuk membantu Kiev merebut kembali Crimea dari Rusia.

Hal itu disampaikan Menteri Dalam Negeri Ukraina, Arsen Avakov. Komentar itu muncul di saat Presiden Ukraina; PetroPoroshenko mempertimbangkan untuk membangun kekuatan militer di sepanjang perbatasan Semenanjung Crimea.

Kami tidak punya apa-apa. Kami membutuhkan pasukan baru, Garda Nasional yang baru, kepolisian baru. Ini adalah apa yang Pemerintah Ukraina kerjakan sekarang,” kata Avakov kepada stasiun televisi Ukraina, 1+1 TV.

Kita harus mengembalikan semua ini, dan kemudian dengan kemauan cukup, Crimea akan menjadi milik kita,” lanjut dia, yang dilansir Sabtu (27/2/2016).” Saya tidak ragu tentang itu.”

Bahkan, lanjut menteri Ukraina itu, Kiev saat ini melatih kekuatan khusus secara terpisah di Garda Nasional.


Kami melatih beberapa orang dengan bantuan Mustafa Dzhemilev dan Refat Chubarov (aktivis Tatar Crimea di Ukraina)," katanya.

Kami sedang bekerja pada sebuah proyek yang akan mempersiapkan kita untuk mendapatkan kembali Crimea,” ujarnya.

Pada hari Jumat, Presiden Petro Poroshenko memerintahkan Kementerian Pertahanan dan Staf Umum Angkatan Bersenjata Ukraina untuk menyusun proposal guna memperkuat perbatasan antara Ukraina dan Crimea.


Kementerian Pertahanan dan Staf Umum Angkatan Bersenjata Ukraina telah diberitahu untuk mengajukan proposal pada penumpukan besar kemampuan pertahanan Ukraina di wilayah Kherson dan di sepanjang pantai Laut Hitam,” bunyi pernyataan kantor Kepresidenan.

Tujuan utama langkah ini, sambung pernyataan itu, adalah untuk melawan kemampuan Angkatan Darat Rusia yang tumbuh di Crimea.

Sementara itu, Kepala Jaksa Crimea, Natalya Poklonskaya, mengataka bahwa laporan dari Avakov telah melanggar konstitusi Rusia.


Jika mereka akan membuat batalyon bersenjata dan sebagainya, mungkin mereka lihat di pasal 208 KUHP Rusia dan melihat hukuman (hingga 15 tahun penjara). Seseorang tidak dapat membuat angkatan bersenjata ilegal untuk menangkap wilayah asing. Itu adalah kejahatan,” kata Poklonskaya yang dikutip RIA Novosti.


Crimea memisahkan diri dari Ukraina ketika krisis politik pecah di negara itu. Setelah memisahkan diri, warga Crimea menggelar referendum untuk bergabung dengan Rusia. Moskow menyetujui penggabungan Crimea ke dalam wilayah Rusia. Namun, aneksasi Rusia terhadap Crimea itu tidak pernah diakui Ukraina dan negara-negara Barat pro-Ukraina.
(mas)
Berita Terkait
Para Pemimpin UE Siapkan...
Para Pemimpin UE Siapkan Sanksi Keras ke Rusia
Efek Ekonomi Krisis...
Efek Ekonomi Krisis Rusia Vs Ukraina
Rusia Terus Gempur Pertahanan...
Rusia Terus Gempur Pertahanan Pasukan Ukraina di Kota Urozhainoye, Donetsk Selatan
Sergey Surovikin Peringatkan...
Sergey Surovikin Peringatkan Bos Tentara Bayaran Berhenti Memberontak
Kendaraan Perang Rusia...
Kendaraan Perang Rusia Melintasi Perbatasan Ukraina dari Krimea
Detik-detik Bom Rusia...
Detik-detik Bom Rusia Hancurkan Gedung Pemerintahan
Berita Terkini
Horor! Penyerang Berpisau...
Horor! Penyerang Berpisau Mencoba Memenggal Seorang Pria di Tempat Umum
1 jam yang lalu
Siapa Liao Dan? Pria...
Siapa Liao Dan? Pria yang Dijuluki Penipu Paling Setia di China
2 jam yang lalu
Trump: 2 Minggu Lagi,...
Trump: 2 Minggu Lagi, AS Nyatakan Kemenangan Total atas Iran!
3 jam yang lalu
Helikopter Apache AS...
Helikopter Apache AS Jatuh di Dekat Selat Hormuz, Ditembak Iran?
3 jam yang lalu
Jet Tempur Masa Depan...
Jet Tempur Masa Depan untuk Menggantikan Rafale dan Eurofighter Gagal Terwujud, Ini 4 Alasannya
4 jam yang lalu
Partai Pro-Barat Menang...
Partai Pro-Barat Menang Pemilu Armenia, Pukulan Telak bagi Rusia
4 jam yang lalu
Infografis
AS Siapkan 100 Hari...
AS Siapkan 100 Hari Lagi untuk Damaikan Rusia dan Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved