Tentara Filipina Rebut Benteng Militan Muslim, 45 Tewas
Jum'at, 26 Februari 2016 - 15:49 WIB
Tentara Filipina Rebut Benteng Militan Muslim, 45 Tewas
A
A
A
MANILA - Pasukan Kemanan Filipina menewaskan 42 pemberontak Muslim yang diklaim mempunyai hubungan dengan ISIS. Selain itu, pasukan pemerintah juga menangkap sejumlah anggota militan lainnya dalam pertempuran selama lima hari di pegunungan pulau selatan.
Selain menewaskan 42 gerilyawan, sedikitnya 3 tentara tewas dan 11 luka-luka ketika pasukan Filipina merebut benteng kelompok afiliasi Jemaah Islamiyah, jaringan militan Islam Asia Tenggara, di Provinsi Lanao del Sur.
"Pasukan kami mampu merebut kubu teroris pada Kamis malam. Kami masih mengejar para pemberontak, menggunakan aset lapis baja," kata juru bicara militer Filipinan, Mayor Filemon Tan, dilansir dari Reuters, Jumat (26/2/2016).
Tan mengatakan, pihak militer terus membombardir posisi pemberontak dengan meriam howitzer 105-mm pada Jumat. Sementara pesawat-pesawat angkatan udara menjatuhkan bom dan helikopter menembakkan roket dekat kota Butig, basis kelompok pemberontak Muslim terbesar di negara itu, Front Pembebasan Islam Moro (MILF) .
"Namun, MILF berada jauh dari pertempuran dan membantu sekitar 8.000 orang mengungsi dari rumah mereka ketika pertempuran dimulai pada 20 Februari lalu," kata militer.
Otoritas keamanan Filipina meyakini, beberapa faksi pemberontak Muslim, termasuk kelompok Abu Sayyaf, telah berjanji setia untuk militan ISIS. Mereka telah menemukan bukti untuk mendukung dugaan tersebut.
Selain menewaskan 42 gerilyawan, sedikitnya 3 tentara tewas dan 11 luka-luka ketika pasukan Filipina merebut benteng kelompok afiliasi Jemaah Islamiyah, jaringan militan Islam Asia Tenggara, di Provinsi Lanao del Sur.
"Pasukan kami mampu merebut kubu teroris pada Kamis malam. Kami masih mengejar para pemberontak, menggunakan aset lapis baja," kata juru bicara militer Filipinan, Mayor Filemon Tan, dilansir dari Reuters, Jumat (26/2/2016).
Tan mengatakan, pihak militer terus membombardir posisi pemberontak dengan meriam howitzer 105-mm pada Jumat. Sementara pesawat-pesawat angkatan udara menjatuhkan bom dan helikopter menembakkan roket dekat kota Butig, basis kelompok pemberontak Muslim terbesar di negara itu, Front Pembebasan Islam Moro (MILF) .
"Namun, MILF berada jauh dari pertempuran dan membantu sekitar 8.000 orang mengungsi dari rumah mereka ketika pertempuran dimulai pada 20 Februari lalu," kata militer.
Otoritas keamanan Filipina meyakini, beberapa faksi pemberontak Muslim, termasuk kelompok Abu Sayyaf, telah berjanji setia untuk militan ISIS. Mereka telah menemukan bukti untuk mendukung dugaan tersebut.
(ian)