Soal Gencatan Senjata, Oposisi Suriah Masih Galau
Rabu, 24 Februari 2016 - 22:38 WIB
Soal Gencatan Senjata, Oposisi Suriah Masih Galau
A
A
A
DAMASKUS - Kepala negosiator kelompok oposisi Suriah, Mohamad Alloush mengatakan, pihaknya belum memutuskan apakah akan menjalankan gencatan senjata usulan Amerika Serikat (AS)-Rusia untuk menghentikan pertempuran di Suriah.
Alloush mengatakan, tim negositor oposisi, yaitu High Negotiations Committee (HNC) akan memberikan jawaban pada akhir pekan nanti. "Kami masih memilki waktu hingga Jumat," kata Alloush, seperti dikutip dari laman Reuters, Rabu (24/2/2016).
Sebelumnya, pihak oposisi menyatakan menerima upaya internasional untuk penghentian permusuhan. Namun, hal itu bergantung pada pemenuhan tuntutan sebelumnya, termasuk mengakhiri blokade, akses untuk bantuan kemanusiaan, pelepasan tahanan, serta menghentikan pemboman udara dan artileri terhadap warga sipil.
Salah satu kekhawatiran oposisi adalah perjanjian tersebut memungkinan serangan lanjutan kepada Front al-Nusra, yang secara luas tersebar di wilayah yang dikuasai kelompok oposisi, dan kelompok lain yang dianggap sebagai teroris oleh PBB.
Seorang juru bicara HNC menyatakan, penghentian permusuhan sangat jelas dan sangat dipengaruhi oleh Rusia yang terus meningkatkan serangan udaranya untuk mendukung Presiden Suriah, Bashar al-Assad. Kelompok pemberontak takut, Rusia akan menggunakan klausul itu untuk membom mereka.
Alloush mengatakan, tim negositor oposisi, yaitu High Negotiations Committee (HNC) akan memberikan jawaban pada akhir pekan nanti. "Kami masih memilki waktu hingga Jumat," kata Alloush, seperti dikutip dari laman Reuters, Rabu (24/2/2016).
Sebelumnya, pihak oposisi menyatakan menerima upaya internasional untuk penghentian permusuhan. Namun, hal itu bergantung pada pemenuhan tuntutan sebelumnya, termasuk mengakhiri blokade, akses untuk bantuan kemanusiaan, pelepasan tahanan, serta menghentikan pemboman udara dan artileri terhadap warga sipil.
Salah satu kekhawatiran oposisi adalah perjanjian tersebut memungkinan serangan lanjutan kepada Front al-Nusra, yang secara luas tersebar di wilayah yang dikuasai kelompok oposisi, dan kelompok lain yang dianggap sebagai teroris oleh PBB.
Seorang juru bicara HNC menyatakan, penghentian permusuhan sangat jelas dan sangat dipengaruhi oleh Rusia yang terus meningkatkan serangan udaranya untuk mendukung Presiden Suriah, Bashar al-Assad. Kelompok pemberontak takut, Rusia akan menggunakan klausul itu untuk membom mereka.
(ian)