Italia Setuju Jadi Pangkalan Drone AS Perangi ISIS
Selasa, 23 Februari 2016 - 21:40 WIB
Italia Setuju Jadi Pangkalan Drone AS Perangi ISIS
A
A
A
ROMA - Perdana Menteri Italia, Matteo Renzi, memberikan lampu hijau untuk menjadikan pangkalan udara di Sisilia sebagai tempat lepas landas drone milik Amerika Serikat (AS) menggempur militan ISIS di Afrika Utara.
"Ini adalah masalah operasi melawan teroris, operasi melawan potensi serangan yang dilakukan oleh ISIS. Ada hubungan yang erat antara kami dengan negara lain, di atas kepentingan Amerika Serikat (AS)," kata Renzi dalam sebuah wawancara seperti dikutip dari laman Reuters, Selasa (23/2/2016).
Renzi sendiri mengaku lebih suka mengedepankan respon diplomatik untuk ISIS. Kelompok ekstrimis ini telah berulang kali menghadapi serangan udara yang dipimpin AS sejak 2014.
"Tapi kemudian, jika kita memiliki bukti bahwa ada 'kamikaze' penyerang mempersiapkan serangan, secara alami Italia akan melakukan bagiannya bersama dengan semua orang lain," katanya.
ISIS telah memanfaatkan situasi Libya yang kacau untuk mendirikan basis dan melakukan razia baik di Libya maupun di negara tetangga, Tunisia. Mereka diketahui mendirikan basis di kota Sirte, kota kelahiran mendiang dikatator Libya, Moammar Gaddafi.
"Ini adalah masalah operasi melawan teroris, operasi melawan potensi serangan yang dilakukan oleh ISIS. Ada hubungan yang erat antara kami dengan negara lain, di atas kepentingan Amerika Serikat (AS)," kata Renzi dalam sebuah wawancara seperti dikutip dari laman Reuters, Selasa (23/2/2016).
Renzi sendiri mengaku lebih suka mengedepankan respon diplomatik untuk ISIS. Kelompok ekstrimis ini telah berulang kali menghadapi serangan udara yang dipimpin AS sejak 2014.
"Tapi kemudian, jika kita memiliki bukti bahwa ada 'kamikaze' penyerang mempersiapkan serangan, secara alami Italia akan melakukan bagiannya bersama dengan semua orang lain," katanya.
ISIS telah memanfaatkan situasi Libya yang kacau untuk mendirikan basis dan melakukan razia baik di Libya maupun di negara tetangga, Tunisia. Mereka diketahui mendirikan basis di kota Sirte, kota kelahiran mendiang dikatator Libya, Moammar Gaddafi.
(ian)