Assad Tetapkan Pemilu Parlemen Suriah pada 13 April
Selasa, 23 Februari 2016 - 16:11 WIB
Assad Tetapkan Pemilu Parlemen Suriah pada 13 April
A
A
A
DAMASKUS - Kantor berita Suriah, SANA melaporkan, Presiden Suriah, Bashar al-Assad, menetapkan tanggal 13 April sebagai tanggal pemilihan umum (pemilu) parlemen di Suriah.
Penetapan waktu pemilu anggota parlemen ini sesuai dengan periode waktu digelarnya pesta demokrasi di negara itu yang digelar setiap empat tahun sekali. Pemilu parlemen terakir digelar pada tahun 2012 lalu, beberapa bulan setelah negara itu mengadopsi konstitusi baru, seperti dikutip dari Xinhua, Selasa (23/2/2016).
Keputusan ini muncul hanya beberapa jam setelah Rusia dan Amerika Serikat (AS) sepakat untuk menerapkan penghentian permusuhan mulai 27 Februari mendatang. Berdasarkan kesepakatan itu, setiap pihak yang terlibat dalam konflik, harus menunjukkan pada Rusia dan AS komitmen mereka terhadap penerimaan persyaratan penghentian permusuhan selamabat-lambatnya pukul 0:00 waktu Damaskus.
Sejumlah media menafsirkan keputusan tentang pemilu parlemen itu menunjukkan Damaskus masih memiliki keputusan independen. Pemerintah Suriah juga dinilai tidak memperhitungkan negosiasi yang berlangsung di luar Suriah.
Penetapan waktu pemilu anggota parlemen ini sesuai dengan periode waktu digelarnya pesta demokrasi di negara itu yang digelar setiap empat tahun sekali. Pemilu parlemen terakir digelar pada tahun 2012 lalu, beberapa bulan setelah negara itu mengadopsi konstitusi baru, seperti dikutip dari Xinhua, Selasa (23/2/2016).
Keputusan ini muncul hanya beberapa jam setelah Rusia dan Amerika Serikat (AS) sepakat untuk menerapkan penghentian permusuhan mulai 27 Februari mendatang. Berdasarkan kesepakatan itu, setiap pihak yang terlibat dalam konflik, harus menunjukkan pada Rusia dan AS komitmen mereka terhadap penerimaan persyaratan penghentian permusuhan selamabat-lambatnya pukul 0:00 waktu Damaskus.
Sejumlah media menafsirkan keputusan tentang pemilu parlemen itu menunjukkan Damaskus masih memiliki keputusan independen. Pemerintah Suriah juga dinilai tidak memperhitungkan negosiasi yang berlangsung di luar Suriah.
(ian)