Drone Milik AS Jatuh di Afghanistan Selatan
Minggu, 21 Februari 2016 - 22:35 WIB
Drone Milik AS Jatuh di Afghanistan Selatan
A
A
A
KABUL - Sebuah pesawat tak berawak milik Amerika Serikat (AS) jatuh di sebuah lapangan udara di Afghanistan selatan. Kejadian itu kurang dari tiga bulan setelah pesawat yang sama juga jatuh di dekat pegunungan Kabul.
Menurut juru bicara Angkatan Udara AS di Afghanistan, Kapten Bryan Bouchard, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa jatuhnya pesawat drone jenis Reaper senilai USD 14 juta itu.
"Kejadian itu terjadi di lapangan terbang Kandahar. Ororitas Angkatan Udara AS akan menyelidiki penyebab kecelakaan itu namun dapat dipastikan bukan karena tembakan musuh," katanya seperti sitir dari Reuters, Minggu (21/2/2016).
Drone milik AS telah memainkan perang yang penting dalam perang melawan anggota kelompok militan di Afghanistan. Dipandu dari jarak jauh oleh pilot, pesawat drone bertindak sebagai pesawat mata-mata dan bisa berubah menjadi mesin penyerang yang efektif terhadap tersangka anggota kelompok militan.
Sebelumnya, pada bulan November lalu, pesawat drone jenis Reaper yang beroperasi di Kandahar dan dipersenjatai dengan rudal hancur ketika itu jatuh di sebelah timur laut pangkalan militer di daerah pegunungan. Penyebab kecelakaan tidak dipublikasikan, namun militer menegaskan bukan hasil tembakan dari darat.
Menurut juru bicara Angkatan Udara AS di Afghanistan, Kapten Bryan Bouchard, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa jatuhnya pesawat drone jenis Reaper senilai USD 14 juta itu.
"Kejadian itu terjadi di lapangan terbang Kandahar. Ororitas Angkatan Udara AS akan menyelidiki penyebab kecelakaan itu namun dapat dipastikan bukan karena tembakan musuh," katanya seperti sitir dari Reuters, Minggu (21/2/2016).
Drone milik AS telah memainkan perang yang penting dalam perang melawan anggota kelompok militan di Afghanistan. Dipandu dari jarak jauh oleh pilot, pesawat drone bertindak sebagai pesawat mata-mata dan bisa berubah menjadi mesin penyerang yang efektif terhadap tersangka anggota kelompok militan.
Sebelumnya, pada bulan November lalu, pesawat drone jenis Reaper yang beroperasi di Kandahar dan dipersenjatai dengan rudal hancur ketika itu jatuh di sebelah timur laut pangkalan militer di daerah pegunungan. Penyebab kecelakaan tidak dipublikasikan, namun militer menegaskan bukan hasil tembakan dari darat.
(esn)