Obama Teken Sanksi Baru untuk Korut
Jum'at, 19 Februari 2016 - 15:54 WIB
Obama Teken Sanksi Baru untuk Korut
A
A
A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama, menandatangani sanksi baru untuk Korea Utara (Korut). Sanksi baru tersebut dijatuhkan untuk menghukum negara komunis itu setelah melakukan uji coba nuklir dan peluncuran roket.
"Pemerintah AS sangat prihatin dengan tindakan Korut dan aksi provokasi terbaru mereka," ujar juru bicara Gedung Putih, Josh Earnest sebelum Obama menandatangani sanksi yang telah disahkan oleh Kongres AS tersebut dikutip dari Daily Star, Jumat (19/2/2016).
Earnest mengatakan, Gedung Putih berharap sanksi tersebut akan berfungsi untuk meningkatkan tekanan terhadap Korut. "Itu adalah tujuan yang dinyatakan oleh Kongres dan itu pula tujuan yang ingin kita bagi," tutur Earnest.
AS memberlakukan pengetatan dalam sanksi terbaru yang dijatuhkan kepada Korut. Sanksi itu dijatuhkan kepada siapa pun yang mengimpor barang atau teknologi yang berkaitan dengan senjata pemusnah massal ke Korut. Atau siapa saja yang dengan sengaja terlibat dalam pelanggaran HAM.
Sanksi juga diberikan dalam bidang ekonomi dengan maksud memutus praktek pencucian uang dan perdagangan narkotika. Dua kegiatan terlarang itu diyakini menjadi sumber utama yang menyalurkan jutaan dolar ke lingkaran dalam Presiden Korut, Kim Jong-un.
"Pemerintah AS sangat prihatin dengan tindakan Korut dan aksi provokasi terbaru mereka," ujar juru bicara Gedung Putih, Josh Earnest sebelum Obama menandatangani sanksi yang telah disahkan oleh Kongres AS tersebut dikutip dari Daily Star, Jumat (19/2/2016).
Earnest mengatakan, Gedung Putih berharap sanksi tersebut akan berfungsi untuk meningkatkan tekanan terhadap Korut. "Itu adalah tujuan yang dinyatakan oleh Kongres dan itu pula tujuan yang ingin kita bagi," tutur Earnest.
AS memberlakukan pengetatan dalam sanksi terbaru yang dijatuhkan kepada Korut. Sanksi itu dijatuhkan kepada siapa pun yang mengimpor barang atau teknologi yang berkaitan dengan senjata pemusnah massal ke Korut. Atau siapa saja yang dengan sengaja terlibat dalam pelanggaran HAM.
Sanksi juga diberikan dalam bidang ekonomi dengan maksud memutus praktek pencucian uang dan perdagangan narkotika. Dua kegiatan terlarang itu diyakini menjadi sumber utama yang menyalurkan jutaan dolar ke lingkaran dalam Presiden Korut, Kim Jong-un.
(ian)