Diserang Trump, Jeb Bush: Hati Saya Sakit
Minggu, 14 Februari 2016 - 13:51 WIB
Diserang Trump, Jeb Bush: Hati Saya Sakit
A
A
A
WASHINGTON - Jeb Bush mengaku sakit hati setelah mendapat serangan terbaru dari salah satu rivalnya dalam perebutan kursi calon Presiden Amerika Serikat (AS) dari partai Republik, yakni Donald Trump. Trump menyebut kakak dari Jeb Bush, yakni George Bush sebagai pembohong.
Seperti diketahui, dalam kampanye di Carolina, Trump mengatakan bahwa keputusan George Bush untuk melakukan serangan ke Irak pada tahun 2008 lalu adalah sebuah kesalahan, dan alasan yang digunakan George Bush saat itu adalah bohong.
"Mereka mengatakan ada senjata pemusnah massal (di Irak). Mereka sebenarnya sudah tahu bahwa tidak ada senjata pemusnah massal. Tidak ada senjata pemusnah massal," ujar Trump dalam kampanyenya.
Menanggapi pernyataan Trump tersebut, seperti dilansir Washington Examiner pada Minggu (14/2), Jeb Bush mengaku sangat jengah. Dirinya mengatakan bahwa dia merasa sakit hati saat Trump menyerang kakaknya.
"Saya merasa sakit hati dan lelah saat dia mengincar keluarga saya. Ketika Donald Trump sedang membangun sebuah acara di televisi, saudara saya tengah membangun aparat keamanan yang membuat kami aman," ucap Jeb Bush.
Seperti diketahui, dalam kampanye di Carolina, Trump mengatakan bahwa keputusan George Bush untuk melakukan serangan ke Irak pada tahun 2008 lalu adalah sebuah kesalahan, dan alasan yang digunakan George Bush saat itu adalah bohong.
"Mereka mengatakan ada senjata pemusnah massal (di Irak). Mereka sebenarnya sudah tahu bahwa tidak ada senjata pemusnah massal. Tidak ada senjata pemusnah massal," ujar Trump dalam kampanyenya.
Menanggapi pernyataan Trump tersebut, seperti dilansir Washington Examiner pada Minggu (14/2), Jeb Bush mengaku sangat jengah. Dirinya mengatakan bahwa dia merasa sakit hati saat Trump menyerang kakaknya.
"Saya merasa sakit hati dan lelah saat dia mengincar keluarga saya. Ketika Donald Trump sedang membangun sebuah acara di televisi, saudara saya tengah membangun aparat keamanan yang membuat kami aman," ucap Jeb Bush.
(esn)