Rodong Sinmun: AS Adalah Ancaman Nuklir bagi Korut
Sabtu, 13 Februari 2016 - 20:41 WIB
Rodong Sinmun: AS Adalah Ancaman Nuklir bagi Korut
A
A
A
PYONGYANG - Media Korea Utara (Korut), Rodong Sinmun mendesak Amerika Serikat (AS) untuk mengakui negara komunis itu sebagai salah satu negara pemilik senjata nuklir. Media ini mengkritik Washington yang enggan mengakui status hukum nuklir Pyongyang.
"Korut memutuskan untuk memiliki senjata nuklir karena tindakan administrasi AS, yang dimulai dengan kebijakan permusuhan terhadap negara ini setelah didirikan," kata Rodong Sinmun dalam laporannya seperti disitir dari TASS, Sabtu (13/2/2016).
Korut beberapa kali mengundang AS untuk bertemu guna menandatangani perjanjian damai, bukan perjanjian gencatan senjata yang ditandatangani pada akhir Perang Korea 1950-1953. Namun undangan itu kerap ditolak oleh AS.
"Washington sekarang adalah ancaman nuklir untuk Korut," begitu tulis media tersebut. Meski begitu, Rodong Sinmun berharap AS mampu mendukung pembentukan iklim yang kondusif di Semenanjung Korea.
"Iklim kondusif bisa tercipta jika AS berpikir ulang tentang kebijakan bermusuhan dalam hubungan dengan Korut dan bereaksi positif terhadap saran Pyongyang pada perjanjian damai," demikian tulis Rodong Sinmun.
Korut terancam dijatuhi sanksi lebih tegas setelah negara itu meluncurkan roket jarak jauh yang membawa satelit. Peluncuran roket ini hanya selang sebulan setelah sebelumnya Pyongyang mengklaim berhasil melakukan uji coba bom hidrogen pada bulan Januari lalu.
"Korut memutuskan untuk memiliki senjata nuklir karena tindakan administrasi AS, yang dimulai dengan kebijakan permusuhan terhadap negara ini setelah didirikan," kata Rodong Sinmun dalam laporannya seperti disitir dari TASS, Sabtu (13/2/2016).
Korut beberapa kali mengundang AS untuk bertemu guna menandatangani perjanjian damai, bukan perjanjian gencatan senjata yang ditandatangani pada akhir Perang Korea 1950-1953. Namun undangan itu kerap ditolak oleh AS.
"Washington sekarang adalah ancaman nuklir untuk Korut," begitu tulis media tersebut. Meski begitu, Rodong Sinmun berharap AS mampu mendukung pembentukan iklim yang kondusif di Semenanjung Korea.
"Iklim kondusif bisa tercipta jika AS berpikir ulang tentang kebijakan bermusuhan dalam hubungan dengan Korut dan bereaksi positif terhadap saran Pyongyang pada perjanjian damai," demikian tulis Rodong Sinmun.
Korut terancam dijatuhi sanksi lebih tegas setelah negara itu meluncurkan roket jarak jauh yang membawa satelit. Peluncuran roket ini hanya selang sebulan setelah sebelumnya Pyongyang mengklaim berhasil melakukan uji coba bom hidrogen pada bulan Januari lalu.
(ian)