Iran Kenang Revolusi dengan Olok-olok Penangkapan 10 Pelaut AS

Jum'at, 12 Februari 2016 - 14:42 WIB
Iran Kenang Revolusi...
Iran Kenang Revolusi dengan Olok-olok Penangkapan 10 Pelaut AS
A A A
TEHERAN - Rakyat Iran mengenang 37 tahun Revolusi Iran dengan mengolok-olok penangkapan 10 pelaut Amerika Serikat (AS).

Para pelajar di Teheran memparodikan penangkapan 10 pelaut AS itu sembari mengusung spanduk bertuliskan; ”Matilah Amerika”.

Aksi rakyat Iran itu hanya berselang 24 jam setelah televisi Pemerintah Iran merilis video dan foto yang menunjukkan seorang pelaut AS menangis saat ditangkap dan ditahan pasukan Garda Revolusi Iran.

Ke-10 pelaut AS, termasuk seorang perempuan ditangkap pasukan Garda Revolusi Iran pada 10 Januari 2016 lalu setelah memasuki perairan Iran di Teluk Persia secara ilegal.

Ke-10 pelaut AS itu tersesat setelah navigasi kapal mereka mengalami masalah. Mereka lantas dibebaskan berkat lobi dari Pemerintah Barack Obama.

Para pelajar di Teheran dengan seragam kamuflase menirukan adegan para pelaut AS yang tertunduk dengan tangan di atas kepala.

Pemerintah AS melalui Departemen Luar Negeri menolak menanggapi hinaan dari warga Iran yang memperingati 37 tahun Revolusi Iran. “Kami menyadari bahwa Iran memperingati ulang tahun ke-37 Revolusi Islam pada saat ini seperti halnya setiap tahun dan kami juga menyadari bahwa ada pasti banyak retorika inflamasi dan citra yang keluar dari pawai mereka pawai,” kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Mark Toner kepada Mail Online, semalam.


Kami tidak akan menanggapi apa yang jelas dirancang untuk audiens dalam negeri tertentu,” katanya lagi.

Selain spanduk bertuliskan “Matilah Amerika”, spanduk dengan tulisan; “Matilah Israel” juga bermunculan dalam pawai tersebut.

Pada tahun 1979, Revolusi Iran pecah dan diwarnai dengan penyerbuan kantor Kedubes AS di Teheran. Banyak warga dan diplomat AS kala itu disandera para demonstran Iran. Sejak revolusi pecah, AS langsung memutuskan hubungan diplomatik dengan Iran.

Setelah sekian tahun, Iran di bawah kepemimpinan Presiden Hassan Rouhani mulai membuka diri dengan dunia Barat, termasuk AS. Iran bahkan berhasil membebaskan sanksi atau embargo ekonomi yang menyengsarakan rakyatnya selama bertahun-tahun melalui perundingan nuklir.
(mas)
Berita Terkait
Kedubes Amerika Serikat...
Kedubes Amerika Serikat di Tel Aviv Dibombardir Rudal Iran
SMURP Aksi Solidaritas...
SMURP Aksi Solidaritas di Monas, Serukan Boikot Produk Terafiliasi Israel dan AS
Menurut Presiden Iran,...
Menurut Presiden Iran, Amerika Serikat Bersalah dalam Serangan Israel di Gaza
Seberapa Penting Timur...
Seberapa Penting Timur Tengah bagi Amerika Serikat?
Amerika Serikat dan...
Amerika Serikat dan Israel Digempur Serangan DDoS
4 Alasan Iran Mampu...
4 Alasan Iran Mampu Memberikan Pukulan Telak ke Amerika Serikat dan Israel
Berita Terkini
Getol Kritik Netanyahu,...
Getol Kritik Netanyahu, Wali Kota New York Mamdani dan Istri Terima Ancaman Pembunuhan
4 jam yang lalu
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
9 jam yang lalu
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
9 jam yang lalu
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
10 jam yang lalu
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
11 jam yang lalu
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
12 jam yang lalu
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved