Rusia Mengaku Belum Diberi Tahu Soal Keberadaan Pasukan NATO
Rabu, 10 Februari 2016 - 23:01 WIB
Rusia Mengaku Belum Diberi Tahu Soal Keberadaan Pasukan NATO
A
A
A
MOSKOW - Juru bicara Presiden Rusia, Dmitry Peskov mengatakan, Kremlin belum menerima pemberitahuan resmi mengenai keberadaan pasukan NATO di Eropa timur dan negara-negara Baltik.
Sebelumnya, surat kabar yang berbasis di Inggris, The Telegraph, melaporkan bahwa NATO telah mengerahkan pasukan di Eropa Timur dan negara-negara Baltik.
"Kita tidak bisa menilai (tindakan yang diambil oleh NATO) oleh berbagai laporan media. Tidak ada yang sempurna," kata Peskov seperti dikutip dari laman TASS, Rabu (10/2/2016).
Diungkapkan oleh Peskov, pihaknya masih menunggu informasi yang dianggap dapat dipercaya, seperti pernyataan resmi terkait hal ini. Ketika ditanya tentang apakah Moskow telah secara resmi diberitahu tentang hal itu, juru bicara Kremlin mengatakan: "Tidak."
Dalam pemberitaannya, The Telegraph menyatakan masalah penyebaran pasukan ini akan dibahas pada pertemuan para menteri pertahanan NATO. Media tersebut juga memberikan beberapa rincian dari rencana khusus tentang kekuatan pasukan yang dimaksudkan dari 500 sampai 1.000 prajurit.
Sebelumnya, surat kabar yang berbasis di Inggris, The Telegraph, melaporkan bahwa NATO telah mengerahkan pasukan di Eropa Timur dan negara-negara Baltik.
"Kita tidak bisa menilai (tindakan yang diambil oleh NATO) oleh berbagai laporan media. Tidak ada yang sempurna," kata Peskov seperti dikutip dari laman TASS, Rabu (10/2/2016).
Diungkapkan oleh Peskov, pihaknya masih menunggu informasi yang dianggap dapat dipercaya, seperti pernyataan resmi terkait hal ini. Ketika ditanya tentang apakah Moskow telah secara resmi diberitahu tentang hal itu, juru bicara Kremlin mengatakan: "Tidak."
Dalam pemberitaannya, The Telegraph menyatakan masalah penyebaran pasukan ini akan dibahas pada pertemuan para menteri pertahanan NATO. Media tersebut juga memberikan beberapa rincian dari rencana khusus tentang kekuatan pasukan yang dimaksudkan dari 500 sampai 1.000 prajurit.
(ian)