Bunuh Polwan Israel, Tiga Warga Palestina Ditembak Mati
Kamis, 04 Februari 2016 - 10:41 WIB
Bunuh Polwan Israel, Tiga Warga Palestina Ditembak Mati
A
A
A
YERUSALEM - Tiga warga Palestina yang dituduh membunuh polisi wanita (polwan) Israel, ditembak mati di wilayah Yerusalem Timur.
Semula, tiga warga Palestina menyerang dua polwan Israel di Gerbang Damaskus, Yerusalem Timur dengan pisau dan tembakan. Dari dua polwan Israel yang jadi target pembunuhan itu hanya satu yang tewas, yaitu Hadar Cohen, 19.
Polwan Israel lainnya yang diserang masih bisa diselamatkan meski mengalami luka parah.
Menurut pihak kepolisian Israel, tiga warga Palestina itu memperenjati diri dengan bom pipa, senapan mesin dan pisau. Namun bom yang dibawa tidak meledak dan berhasil dijinakkan.
Ketiga warga Palestina gugup ketika hendak menyerang dua polwan Israel. Salah satu dari mereka akhirnya mengeluarkan senapan. Ketiga warga Palestina itu diidentifikasi sebagai Ahmed Rajeh Zakarneh, Muhammad Ahmed Kmail dan Ahmed Najeh Abu al-Rub asal Jenin.
”Serangan itu dilakukan beberapa menit yang lalu oleh tiga ‘teroris’ yang melepaskan tembakan menggunakan senapan otomatis serta menggunakan pisau, dan polisi kita yang terkena (serangan) dibawa ke rumah sakit dalam kondisi kritis,” kata juru bicara polisi Israel, Micky Rosenfeld, di lokasi kejadian, seperti dikutip IB Times, Kamis (4/2/2016), yang menyebut ketiga warga Palestina sebagai teroris.
“salah satu petugas ditembak dan yang lainnya ditikam. Setelah polisi mengepung daerah tersebut, dua bom pipa ditemukan, namun tidak meledak. Ahli penjinak bom kami sangat berhati-hati pada saat ini dan sedang meledakkan bom mereka,” ujarnya.
Sementara itu, juru bicara Hamas, Hussam Badran, menyebut aksi tiga warga Palestina itu sebagai tekad rakyat Palestina untuk meluncurka intifada.”Ini dan operasi lainnya menegaskan tekad rakyat kita untuk terus intifada, meskipun semua rintangan dialami. Operasi ini membawa pesan yang jelas kepada (pasukan) pendudukan bahwa agresi yang sedang berlangsung di Masjid al-Aqsa tidak akan berlalu tanpa respon nyata,” katanya.
Semula, tiga warga Palestina menyerang dua polwan Israel di Gerbang Damaskus, Yerusalem Timur dengan pisau dan tembakan. Dari dua polwan Israel yang jadi target pembunuhan itu hanya satu yang tewas, yaitu Hadar Cohen, 19.
Polwan Israel lainnya yang diserang masih bisa diselamatkan meski mengalami luka parah.
Menurut pihak kepolisian Israel, tiga warga Palestina itu memperenjati diri dengan bom pipa, senapan mesin dan pisau. Namun bom yang dibawa tidak meledak dan berhasil dijinakkan.
Ketiga warga Palestina gugup ketika hendak menyerang dua polwan Israel. Salah satu dari mereka akhirnya mengeluarkan senapan. Ketiga warga Palestina itu diidentifikasi sebagai Ahmed Rajeh Zakarneh, Muhammad Ahmed Kmail dan Ahmed Najeh Abu al-Rub asal Jenin.
”Serangan itu dilakukan beberapa menit yang lalu oleh tiga ‘teroris’ yang melepaskan tembakan menggunakan senapan otomatis serta menggunakan pisau, dan polisi kita yang terkena (serangan) dibawa ke rumah sakit dalam kondisi kritis,” kata juru bicara polisi Israel, Micky Rosenfeld, di lokasi kejadian, seperti dikutip IB Times, Kamis (4/2/2016), yang menyebut ketiga warga Palestina sebagai teroris.
“salah satu petugas ditembak dan yang lainnya ditikam. Setelah polisi mengepung daerah tersebut, dua bom pipa ditemukan, namun tidak meledak. Ahli penjinak bom kami sangat berhati-hati pada saat ini dan sedang meledakkan bom mereka,” ujarnya.
Sementara itu, juru bicara Hamas, Hussam Badran, menyebut aksi tiga warga Palestina itu sebagai tekad rakyat Palestina untuk meluncurka intifada.”Ini dan operasi lainnya menegaskan tekad rakyat kita untuk terus intifada, meskipun semua rintangan dialami. Operasi ini membawa pesan yang jelas kepada (pasukan) pendudukan bahwa agresi yang sedang berlangsung di Masjid al-Aqsa tidak akan berlalu tanpa respon nyata,” katanya.
(mas)