Prancis Cabut Status Darurat Jika ISIS Kalah
Sabtu, 23 Januari 2016 - 21:17 WIB
Prancis Cabut Status Darurat Jika ISIS Kalah
A
A
A
DAVOS - Perdana Menteri Prancis, Manuel Valls menyatakan, status darurat di Prancis akan bertahan hingga perang melawan ISIS usai. Prancis memberlakukan status darurat sejak November lalu pasca serangan teroris di Paris.
"Selama ancaman masih ada, kita harus menggunakan segala cara sampai kita dapat menyingkirkan ISIS. Di Afrika, di Timur Tengah, di Asia, kita harus memberantas, mengenyahkan ISIS. Ini adalah perang total dan global menghadapi terorisme. Perang ini mengharuskan kita untuk total, global, dan kejam," katanya seperti dikutip dari Daily Mail, Sabtu (23/1/2016).
Valls mengungkapkan awalnya ia berpikir status darurat ini akan berakhir pada 26 Februari mendatang, tapi batas waktu ini kemungkinan akan diperpanjang. Pasalnya, kemungkinan ada serangan lanjutan dari kelompok teroris di Prancis.
Politisi sayap kiri itu lantas menyodorkan fakta bahwa otoritas keamanan Prancis telah menggagalkan enam rencana serangan teroris dalam beberapa bulan terakhir.
Seperti diketahui, sekelompok anggota ISIS melakukan serangan teroris di Paris, Prancis, pada 13 November 2015 lalu. Kelompok ini menyerang sejumlah lokasi yang ada di Paris. Akibatnya, 130 orang tewas dan ratusan lainnya mengalami luka-luka.
"Selama ancaman masih ada, kita harus menggunakan segala cara sampai kita dapat menyingkirkan ISIS. Di Afrika, di Timur Tengah, di Asia, kita harus memberantas, mengenyahkan ISIS. Ini adalah perang total dan global menghadapi terorisme. Perang ini mengharuskan kita untuk total, global, dan kejam," katanya seperti dikutip dari Daily Mail, Sabtu (23/1/2016).
Valls mengungkapkan awalnya ia berpikir status darurat ini akan berakhir pada 26 Februari mendatang, tapi batas waktu ini kemungkinan akan diperpanjang. Pasalnya, kemungkinan ada serangan lanjutan dari kelompok teroris di Prancis.
Politisi sayap kiri itu lantas menyodorkan fakta bahwa otoritas keamanan Prancis telah menggagalkan enam rencana serangan teroris dalam beberapa bulan terakhir.
Seperti diketahui, sekelompok anggota ISIS melakukan serangan teroris di Paris, Prancis, pada 13 November 2015 lalu. Kelompok ini menyerang sejumlah lokasi yang ada di Paris. Akibatnya, 130 orang tewas dan ratusan lainnya mengalami luka-luka.
(ian)