Militer AS: ISIS Jadikan Libya Medan Perang Berikutnya
Sabtu, 23 Januari 2016 - 20:29 WIB
Militer AS: ISIS Jadikan Libya Medan Perang Berikutnya
A
A
A
WASHINGTON - Militer Amerika Serikat (AS) baru-baru ini telah meningkatkan perhatian mereka terkait ancaman yang datang dari anggota kelompok eksterimis ISIS di Libya. Komandan Pasukan Khusus AS, Jenderal Joseph Votel mengatakan, telah lama muncul kekhawatiran bahwa ISIS akan memperluas kehadiran mereka di Libya.
"Ini tidak selalu tentang Irak dan Suriah. Ada kekhawatiran juga tentang Libya," katanya dalam sebuah konferensi di Washington pekan ini, seperti dikutip dari Sputniknews, Sabtu (23/1/2016).
Votel mengatakan, AS akan terus melakukan misi pengintaian dan mengumpulkan data di Libya sebagai bagian dari upaya untuk mengetahui perkembangan ISIS di wilayah tersebut.
"Untuk mengatasi ancaman ini secara holistik, kita harus melakukan kegiatan dan mempunyai tujuan yang membuat kita bisa melihat secara keseluruhan di bawahnya. Termasuk untuk mencegah dan menghancurkannya di wilayah yang sepenuhnya tidak tumbuh sehingga kita dapat membawa daerah itu dibawah kontrol yang sah," tuturnya.
Votel juga menegaskan jika AS akan terus membangun kemampuan sekutunya di Libya untuk memerangi ISIS meski mengakui jika hal ini adalah tantangan tersendiri. Pasalnya, saat ini di Libya tidak ada pemerintah yang berfungsi dan berbagai milisi di Libya tidak dapat diandalkan.
"Ini tidak selalu tentang Irak dan Suriah. Ada kekhawatiran juga tentang Libya," katanya dalam sebuah konferensi di Washington pekan ini, seperti dikutip dari Sputniknews, Sabtu (23/1/2016).
Votel mengatakan, AS akan terus melakukan misi pengintaian dan mengumpulkan data di Libya sebagai bagian dari upaya untuk mengetahui perkembangan ISIS di wilayah tersebut.
"Untuk mengatasi ancaman ini secara holistik, kita harus melakukan kegiatan dan mempunyai tujuan yang membuat kita bisa melihat secara keseluruhan di bawahnya. Termasuk untuk mencegah dan menghancurkannya di wilayah yang sepenuhnya tidak tumbuh sehingga kita dapat membawa daerah itu dibawah kontrol yang sah," tuturnya.
Votel juga menegaskan jika AS akan terus membangun kemampuan sekutunya di Libya untuk memerangi ISIS meski mengakui jika hal ini adalah tantangan tersendiri. Pasalnya, saat ini di Libya tidak ada pemerintah yang berfungsi dan berbagai milisi di Libya tidak dapat diandalkan.
(ian)