Dituding Lakukan Tindakan Bermusuhan, Korut Tangkap Mahasiswa AS
Jum'at, 22 Januari 2016 - 17:59 WIB
Dituding Lakukan Tindakan Bermusuhan, Korut Tangkap Mahasiswa AS
A
A
A
PYONGYANG - Korea Utara (Korut) mengaku telah menangkap seorang mahasiswa asal Amerika Serikat (AS) dengan tuduhan telah melakukan tindakan bermusuhan terhadap negara komunis itu.
"Mahasiswa itu masuk ke Korut sebagai seorang turis dan bertujuan untuk menghancurkan persatuan negara," begitu bunyi laporan kantor berita Korut, KCNA, seperti disitir dari BBC, Jumat (22/1/2016).
Namun, KCNA tidak memberikan rincian lebih lanjut dan hanya menyatakan bahwa mahasiswa itu sekarang sedang diselidiki. Kantor berita itu menyatakan bahwa pemerintah AS telah "memanipulasi" mahasiswa asal University of Virginia itu.
Seorang pejabat di kedutaan AS yang berada di ibukota Korea Selatan (Korsel), Seoul, mengatakan kepada kantor berita Reuters, bahwa ia telah mengetahui kabar penangkapan itu.
Mahasiswa asal AS ini adalah orang Barat ketiga yang ditangkap oleh Korut.
Sebelumnya, Hyeon Soo Lim, seorang pendeta keturunan Kanada-Korsel, dijatuhi hukuman penjara seumur hidup untuk plot dugaan untuk menggulingkan pemerintah. Terakhir, seorang warga keturunan Korea-Amerika juga di tahan Korut atas tuduhan mata-mata.
"Mahasiswa itu masuk ke Korut sebagai seorang turis dan bertujuan untuk menghancurkan persatuan negara," begitu bunyi laporan kantor berita Korut, KCNA, seperti disitir dari BBC, Jumat (22/1/2016).
Namun, KCNA tidak memberikan rincian lebih lanjut dan hanya menyatakan bahwa mahasiswa itu sekarang sedang diselidiki. Kantor berita itu menyatakan bahwa pemerintah AS telah "memanipulasi" mahasiswa asal University of Virginia itu.
Seorang pejabat di kedutaan AS yang berada di ibukota Korea Selatan (Korsel), Seoul, mengatakan kepada kantor berita Reuters, bahwa ia telah mengetahui kabar penangkapan itu.
Mahasiswa asal AS ini adalah orang Barat ketiga yang ditangkap oleh Korut.
Sebelumnya, Hyeon Soo Lim, seorang pendeta keturunan Kanada-Korsel, dijatuhi hukuman penjara seumur hidup untuk plot dugaan untuk menggulingkan pemerintah. Terakhir, seorang warga keturunan Korea-Amerika juga di tahan Korut atas tuduhan mata-mata.
(ian)