Pemerintah Suriah Siap Ikuti Pembicaraan Damai
Kamis, 24 Desember 2015 - 19:47 WIB
Pemerintah Suriah Siap Ikuti Pembicaraan Damai
A
A
A
BEIJING - Menteri Luar Negeri Suriah, Walid al-Moualem mengatakan, Damaskus siap ambil bagian dalam pembicaraan damai di Jenewa, Swiss, pada akhir Januari nanti. Ia juga berharap, dialog akan membantu membentuk pemerintah persatuan nasional.
Berbicara kepada wartawan usai bertemu dengan Menteri Luar Negeri China, Wang Yi, Moualem mengatakan, Suriah siap untuk berpartisipasi dalam dialog Suriah-Suriah di Jenewa tanpa campur tangan asing.
"Delegasi kami akan siap, setelah kami menerima daftar delegasi oposisi. Kami berharap dialog ini akan berhasil untuk membantu kami dalam memiliki pemerintah persatuan nasional," kata Moualem, seperti dikutip dari laman Reuters, Kamis (24/12/2015).
"Pemerintah ini nantinya akan membuat sebuah komite konstitusional untuk membuat konstitusi baru dengan undang-undang pemilu yang baru sehingga pemilihan parlemen dapat diselenggarakan dalam waktu 18 bulan, lebih atau kurang," tambahnya.
Pekan lalu, Dewan Keamanan PBB telah mengeluarkan resolusi menyetujui rencana internasional bagi proses perdamaian Suriah. Dalam resolusi itu, PBB menyerukan gencatan senjata, dilakukannya dialog antara pemerintah Suriah dengan oposisi. Resolusi juga memberikan waktu dua tahun untuk menciptakan pemerintahan persatuan dan menyelenggarakan pemilu.
Berbicara kepada wartawan usai bertemu dengan Menteri Luar Negeri China, Wang Yi, Moualem mengatakan, Suriah siap untuk berpartisipasi dalam dialog Suriah-Suriah di Jenewa tanpa campur tangan asing.
"Delegasi kami akan siap, setelah kami menerima daftar delegasi oposisi. Kami berharap dialog ini akan berhasil untuk membantu kami dalam memiliki pemerintah persatuan nasional," kata Moualem, seperti dikutip dari laman Reuters, Kamis (24/12/2015).
"Pemerintah ini nantinya akan membuat sebuah komite konstitusional untuk membuat konstitusi baru dengan undang-undang pemilu yang baru sehingga pemilihan parlemen dapat diselenggarakan dalam waktu 18 bulan, lebih atau kurang," tambahnya.
Pekan lalu, Dewan Keamanan PBB telah mengeluarkan resolusi menyetujui rencana internasional bagi proses perdamaian Suriah. Dalam resolusi itu, PBB menyerukan gencatan senjata, dilakukannya dialog antara pemerintah Suriah dengan oposisi. Resolusi juga memberikan waktu dua tahun untuk menciptakan pemerintahan persatuan dan menyelenggarakan pemilu.
(ian)