Assad Sebut Aksi Militer Barat di Suriah Tidak Produktif
Selasa, 22 Desember 2015 - 23:19 WIB
Assad Sebut Aksi Militer Barat di Suriah Tidak Produktif
A
A
A
DAMASKUS - Presiden Suriah, Bashar al-Assad, kembali mengeluarkan kecaman terhadap aksi militer Barat di negaranya. Menurut Assad, aksi militer yang dilakukan oleh negara Barat tidak efisien.
"Kami telah berjuang melawan terorisme sejak awal. Anda tahu, perang melawan terorisme harus menjadi prinsip berkelanjutan yang stabil. Kebijakan Barat terhadap terorisme tidak objektif, tidak realistis, dan saat ini sangat tidak produktif," kata Assad dalam sebuah wawancara dengan media Jerman, Die Presse, seperti dikutip dari Sputniknews, Selasa (22/12/2015).
Menurut Assad, perang melawan terorisme tidak akan sukses tanpa bantuan pasukan darat. Sejauh ini, tak satu pun dari negara-negara Barat yang menyatakan siap mengerahkan pasukan darat mereka di negara itu di tengah risiko keamanan yang tinggi.
Dalam kesempatan itu, Assad kembali menegaskan jika dirinya bersedia mundur jika itu adalah kehendak dari masyarakat Suriah sendiri dan bukan permintaan negara Barat.
"Kami adalah negara yang berdaulat. Jika ada presiden yang baik dan buruk itu semata-mata masalah Suriah, bukan masalah Eropa. Orang-orang Suriah yang memutuskan siapa yang pergi dan siapa yang tinggal. Jika mereka tidak ingin melihat saya lagi, saya akan pergi," tegas Assad.
"Kami telah berjuang melawan terorisme sejak awal. Anda tahu, perang melawan terorisme harus menjadi prinsip berkelanjutan yang stabil. Kebijakan Barat terhadap terorisme tidak objektif, tidak realistis, dan saat ini sangat tidak produktif," kata Assad dalam sebuah wawancara dengan media Jerman, Die Presse, seperti dikutip dari Sputniknews, Selasa (22/12/2015).
Menurut Assad, perang melawan terorisme tidak akan sukses tanpa bantuan pasukan darat. Sejauh ini, tak satu pun dari negara-negara Barat yang menyatakan siap mengerahkan pasukan darat mereka di negara itu di tengah risiko keamanan yang tinggi.
Dalam kesempatan itu, Assad kembali menegaskan jika dirinya bersedia mundur jika itu adalah kehendak dari masyarakat Suriah sendiri dan bukan permintaan negara Barat.
"Kami adalah negara yang berdaulat. Jika ada presiden yang baik dan buruk itu semata-mata masalah Suriah, bukan masalah Eropa. Orang-orang Suriah yang memutuskan siapa yang pergi dan siapa yang tinggal. Jika mereka tidak ingin melihat saya lagi, saya akan pergi," tegas Assad.
(ian)