Parlemen Dukung Pemerintah Burundi Tolak Pasukan Perdamaian UA

Selasa, 22 Desember 2015 - 16:51 WIB
Parlemen Dukung Pemerintah...
Parlemen Dukung Pemerintah Burundi Tolak Pasukan Perdamaian UA
A A A
BUJUMBURA - Parlemen Burundi mengkritik usulan pengiriman pasukan penjaga perdamaian Uni Afrika (UA) ke negara tersebut. Mereka mendukung langkah pemerintah Burundi yang menolak keberadaan pasukan penjaga perdamaian di negara tersebut. Mereka juga mendesak pemerintah untuk tidak menggadaikan kedaulatan Burundi kepada UA.

"Burundi adalah negara damai. Permasalahan hanya ada di sejumlah wilayah di ibukota Bujumbura," kata Ketua dari Majelis Nasional Burundi dan partai berkuasa di negara itu CNDD-FDD sembari menambahkan bahwa pasukan perdamaian tidak diperlukan, seperti dikutip dari News24, Selasa (22/12/2015).

Sedangkan anggota parlemen Burundi yang lain mengeluhkan gangguan dari Barat dan liputan media yang bias terhadap krisis di Burundi. Meski begitu, ia menolak pembicaraan mengenai genosida dan menyatakan bahwa hal itu adalah rumor yang tidak mendasar.

Sebelumnya, 54 negara anggota UA sepakat untuk mengirimkan 5.000 pasukan perdamaian ke Burundi untuk menghentikan kekerasan yang telah memicu kekhawatiran Burundi akan kembali jatuh dalam perang saudara. UA memberikan waktu 4 hari bagi Burundi untuk menyetujui tawaran itu, tetapi memperingatkan akan tetap mengirimkan pasukan ke negara itu.

Aksi kekerasan pecah di Burundi setelah Presiden Pierre Nkurunziza mengumumkan niatnya untuk mencalonkan diri kembali dalam pemilihan presiden di negara itu untuk jabatan yang ketiga kalinya. Aksi protes dengan turun ke jalan pun berlangsung di negara itu yang belakang berubah menjadi bentrokan bersenjata.
(ian)
Berita Terkait
Presiden Burundi: Kaum...
Presiden Burundi: Kaum LGBT Harus Dirajam
4 Alasan Neokolonialisme...
4 Alasan Neokolonialisme Barat di Afrika Hancur, Salah Satunya Membeli Uranium dengan Harga Murah
Rusia Akan Kirim Pupuk...
Rusia Akan Kirim Pupuk Gratis ke Negara-negara Afrika
5 Alasan Konflik ECOWAS...
5 Alasan Konflik ECOWAS Bisa Memicu Perang Baru di Afrika
Agama Warga Negara Guinea...
Agama Warga Negara Guinea dan Persentasenya
Presiden Tertua di Dunia...
Presiden Tertua di Dunia Ini Kembali Calonkan Diri
Berita Terkini
Iran dan AS Saling Serang,...
Iran dan AS Saling Serang, Trump: Gencatan Senjata Berakhir
40 menit yang lalu
3 Kali Serangan Rudal...
3 Kali Serangan Rudal Rusia ke Kyiv dalam Sepekan, Ukraina Makin Tak Berdaya?
1 jam yang lalu
Trump Luapkan Kemarahan...
Trump Luapkan Kemarahan ke NATO, Ini 4 Pemicunya
2 jam yang lalu
AS Makin Kerdil, Pakar...
AS Makin Kerdil, Pakar Ini Sebut Eropa Kini Jadi Pemimpin Utama NATO
3 jam yang lalu
Timur Tengah Kembali...
Timur Tengah Kembali Membara! Serangan Drone Iran Menarget Militer AS
4 jam yang lalu
AS dan Iran Saling Serang,...
AS dan Iran Saling Serang, Jutaan Orang Hadiri Upacara Pemakaman Khamenei di Irak
5 jam yang lalu
Infografis
8 Kebijakan Baru Pemerintah...
8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global! WFH hingga MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved