Mantan Bos Pentagon: Obama Telah Kehilangan Kredibilitas
Sabtu, 19 Desember 2015 - 18:53 WIB
Mantan Bos Pentagon: Obama Telah Kehilangan Kredibilitas
A
A
A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS), Barack Obama, mendapat serangan dari mantan anak buahnya, Chuck Hagel. Mantan kepala Pentagon itu menilai Obama telah kehilangan kredibilitas internasional ketika ia memutuskan untuk menyerang Presiden Suriah, Bashar al-Assad, pada tahun 2013 lalu.
Pada bulan Agustus 2013, secara terbuka Obama mengatakan bahwa rezim Assad telah menggunakan senjata kimia. Hagel sendiri telah mempersiapkan serangan setelah Assad memutuskan menggunakan senjata untuk menghadapi rakyatnya sendiri.
Namun, perintah untuk menyerang tidak pernah datang karena parlemen tidak mendukung hal itu.
"Apakah itu adalah keputusan yang tepat atau tidak, sejarah yang akan menentukan itu. Tidak ada pertanyaan dalam pikiran saya bahwa jika kata-kata Presiden akan menghilangkan kredibilitasnya," kata Hagel seperti dikutip dari laman Firstpost, Sabtu (19/12/2015).
Hagel juga mengatakan, bahwa ia menjadi sasaran pengkhianatan oleh Gedung Putih dan mendapat teguran setelah memberikan gambaran tentang ISIS. Saat itu Hagel menggambarkan ISIS melebihi apa yang pernah dilihat setelah kelompok itu mengakuisisi sejumlah wilayah Suriah dan Irak pada tahun lalu.
"Saya dituduh mencoba melebih-lebihkan sesuatu dan membuat sesuatu yang dilebih-lebihkan. Saya tidak tahu semua itu, tapi saya tahu kami disini melawan sesuatu yang belum pernah terlihat sebelumnya. Dan dalam banyak hal, kami tidak siap untuk itu," tukasnya.
Pada bulan Agustus 2013, secara terbuka Obama mengatakan bahwa rezim Assad telah menggunakan senjata kimia. Hagel sendiri telah mempersiapkan serangan setelah Assad memutuskan menggunakan senjata untuk menghadapi rakyatnya sendiri.
Namun, perintah untuk menyerang tidak pernah datang karena parlemen tidak mendukung hal itu.
"Apakah itu adalah keputusan yang tepat atau tidak, sejarah yang akan menentukan itu. Tidak ada pertanyaan dalam pikiran saya bahwa jika kata-kata Presiden akan menghilangkan kredibilitasnya," kata Hagel seperti dikutip dari laman Firstpost, Sabtu (19/12/2015).
Hagel juga mengatakan, bahwa ia menjadi sasaran pengkhianatan oleh Gedung Putih dan mendapat teguran setelah memberikan gambaran tentang ISIS. Saat itu Hagel menggambarkan ISIS melebihi apa yang pernah dilihat setelah kelompok itu mengakuisisi sejumlah wilayah Suriah dan Irak pada tahun lalu.
"Saya dituduh mencoba melebih-lebihkan sesuatu dan membuat sesuatu yang dilebih-lebihkan. Saya tidak tahu semua itu, tapi saya tahu kami disini melawan sesuatu yang belum pernah terlihat sebelumnya. Dan dalam banyak hal, kami tidak siap untuk itu," tukasnya.
(ian)