Rusia Kecam 'Invasi' Turki ke Irak
Selasa, 08 Desember 2015 - 22:08 WIB
Rusia Kecam 'Invasi' Turki ke Irak
A
A
A
MOSKOW - Keputusan Turki mengirim pasukan ke wilayah Irak terus menuai kecaman. Setelah sebelumnya Liga Arab mengutuk kebijakan tersebut, kali ini giliran Rusia yang mengecam aksi 'invasi' tersebut.
Kementerian Luar Negeri Rusia menyatakan, kehadiran pasukan Turki di Irak tanpa persetujuan dari Baghdad tidak dapat diterima dan dapat memicu ketegangan serius di wilayah itu.
"Kehadiran ilegal pasukan Turki di dekat Mosul, Irak, adalah faktor serius yang dapat memicu ketegangan, dimana pasukan tersebut telah tiba tanpa meminta izin dari pemerintah Irak yang sah," begitu pernyataan Kemlu Rusia seperti dikutip dari laman TASS, Selasa (8/12/2015).
Sebelumnya, pada tanggal 4 Desember lalu, Turki mengirimkan sekitar 130 tentara, tank, dan senjata artileri ke Irak Utara. Ankara menyatakan hal itu dilakukan untuk melatih pasukan Peshmerga Kurdi untuk menyerang Mosul, yang saat ini dikuasai oleh ISIS.
Namun, tindakan Turki ini membuat pemerintah Irak murka. Baghdad menyatakan, Turki telah mengirimkan pasukan tanpa izin dan memperingatkan hal itu bisa dianggap sebagai langkah permusuhan.
Irak pun memberikan ultimatum kepada Turki, jika tidak menarik pasukannya dalam waktu 48 jam, Baghdad akan membawa permasalahan ini ke Dewan Keamanan PBB.
Kementerian Luar Negeri Rusia menyatakan, kehadiran pasukan Turki di Irak tanpa persetujuan dari Baghdad tidak dapat diterima dan dapat memicu ketegangan serius di wilayah itu.
"Kehadiran ilegal pasukan Turki di dekat Mosul, Irak, adalah faktor serius yang dapat memicu ketegangan, dimana pasukan tersebut telah tiba tanpa meminta izin dari pemerintah Irak yang sah," begitu pernyataan Kemlu Rusia seperti dikutip dari laman TASS, Selasa (8/12/2015).
Sebelumnya, pada tanggal 4 Desember lalu, Turki mengirimkan sekitar 130 tentara, tank, dan senjata artileri ke Irak Utara. Ankara menyatakan hal itu dilakukan untuk melatih pasukan Peshmerga Kurdi untuk menyerang Mosul, yang saat ini dikuasai oleh ISIS.
Namun, tindakan Turki ini membuat pemerintah Irak murka. Baghdad menyatakan, Turki telah mengirimkan pasukan tanpa izin dan memperingatkan hal itu bisa dianggap sebagai langkah permusuhan.
Irak pun memberikan ultimatum kepada Turki, jika tidak menarik pasukannya dalam waktu 48 jam, Baghdad akan membawa permasalahan ini ke Dewan Keamanan PBB.
(ian)