Anggota ISIS Berlatih Jadi Pilot di Libya
Minggu, 06 Desember 2015 - 18:22 WIB
Anggota ISIS Berlatih Jadi Pilot di Libya
A
A
A
TRIPOLI - Kelompok ekstrimis Negara Islam Irak Suriah atau ISIS mulai melatih anggotanya menjadi pilot. Pelatihan ini dilakukan di sebuah pangkalan udara yang berada di bawah kontrol mereka di Libya seperti dilaporkan oleh Fox News.
Seperti dikutip dari laman Sputniknews, Minggu (6/12/2015), ISIS berhasil menguasai satu simulator penerbangan dan beberapa pesawat kecil di pangkalan udara tersebut. Hal ini membuka kemungkinan ISIS bisa melakukan serangan teror seperti yang terjadi di Amerika Serikat pada 11 September 2011.
Menurut mantan Wakil Kepala Kajian Intelijen Militer Israel, Jacques Neria, untuk melakukan serangan seperti 11 September, anggota ISIS hanya perlu keterampilan dasar seorang pilot.
"Kita berbicara tantang keterampilan dasar seorang pilot. Keterampilan dasar seorang pilot hanya lepas landas dengan menggunakan pesawat ringan dan melakukan bunuh diri ke Vatikan, misalnya. Hanya dibutuhkan waktu satu jam setengah untuk menyeberangi Laut Mediterania dari Libya ke Roma," katanya.
Sebelumnya, laporan yang sama sempat diturunkan oleh media lokal Asharq al-Awsat. Al-Awsat melaporkan, mengacu pada sumber militer di Libya, ISIS telah melakukan pelatihan simulator pesawat baru yang dikirim dari luar negeri pada bulan Oktober lalu. Hardware ini dilengkapi dengan layar radar dan perangkat untuk komunikasi dengan pengedali lalu lintas.
Sedangkan pada akhir November lalu, Wall Street Journal mengutip sumber intelijen di Libya mengatakan bahwa jumlah militan ISIS telah mencapai lima ribu. Ada juga laporan yang menyatakan kelompok tersebut telah membangun sebuah pangkalan militer baru di kota Sirte.
Seperti dikutip dari laman Sputniknews, Minggu (6/12/2015), ISIS berhasil menguasai satu simulator penerbangan dan beberapa pesawat kecil di pangkalan udara tersebut. Hal ini membuka kemungkinan ISIS bisa melakukan serangan teror seperti yang terjadi di Amerika Serikat pada 11 September 2011.
Menurut mantan Wakil Kepala Kajian Intelijen Militer Israel, Jacques Neria, untuk melakukan serangan seperti 11 September, anggota ISIS hanya perlu keterampilan dasar seorang pilot.
"Kita berbicara tantang keterampilan dasar seorang pilot. Keterampilan dasar seorang pilot hanya lepas landas dengan menggunakan pesawat ringan dan melakukan bunuh diri ke Vatikan, misalnya. Hanya dibutuhkan waktu satu jam setengah untuk menyeberangi Laut Mediterania dari Libya ke Roma," katanya.
Sebelumnya, laporan yang sama sempat diturunkan oleh media lokal Asharq al-Awsat. Al-Awsat melaporkan, mengacu pada sumber militer di Libya, ISIS telah melakukan pelatihan simulator pesawat baru yang dikirim dari luar negeri pada bulan Oktober lalu. Hardware ini dilengkapi dengan layar radar dan perangkat untuk komunikasi dengan pengedali lalu lintas.
Sedangkan pada akhir November lalu, Wall Street Journal mengutip sumber intelijen di Libya mengatakan bahwa jumlah militan ISIS telah mencapai lima ribu. Ada juga laporan yang menyatakan kelompok tersebut telah membangun sebuah pangkalan militer baru di kota Sirte.
(ian)