Presiden Chechnya: CIA Otak di Balik Eksekusi Warga Rusia
Jum'at, 04 Desember 2015 - 21:33 WIB
Presiden Chechnya: CIA Otak di Balik Eksekusi Warga Rusia
A
A
A
GROZNY - Presiden Chechnya, Ramzan Kadyrov menuding Badan Intelijen Amerika Serikat (AS), CIA, sebagai dalang di balik eksekusi mati terhadap warga Rusia, Magomed Khasiev oleh ISIS.
"Pembunuhan Magomed Khasiev adalah kampanye propaganda dari geng setan dan para pelanggannya yang berasal dari kalangan badan intelijen Barat. Kami tidak punya alasan untuk mengatakan bahwa ia adalah seorang perwira intelijen. Ada setiap kemungkinan bahwa ia masuk ISIS dengan tipu daya," kata Kadyrov dalam halaman jejaring sosialnya, seperti dikutip dari TASS, Jumat (4/12/2015).
"Setelah tiba, setelah melihat wajah sesungguhnya dari para bandit itu, dia bisa saja baik secara pribadi maupun dalam percakapan telepon, untuk mengekspresikan opininya tentang mereka. Mungkin, itulah harga yang harus dibayar oleh Magomed. Kita dapat mengatakan dengan beberapa persen keyakinan, bahwa tangan CIA sedang bekerja di sini," kata pemimpin Chechnya itu.
Magomed Khasiev atau juga dikenal sebagai Yevgeny Yudin tewas di tangan algojo ISIS yang diduga juga berasal dari Rusia. Namun hingga kini, identitas sang algojo belum diketahui.
"Kami akan melakukan segala upaya untuk menciptakan kebenaran. Jika dia bukan militan ISIS, mereka yang bertanggung jawab atas eksekusinya sudah sepatutnya dihukum," tukas Kadyrov.
"Pembunuhan Magomed Khasiev adalah kampanye propaganda dari geng setan dan para pelanggannya yang berasal dari kalangan badan intelijen Barat. Kami tidak punya alasan untuk mengatakan bahwa ia adalah seorang perwira intelijen. Ada setiap kemungkinan bahwa ia masuk ISIS dengan tipu daya," kata Kadyrov dalam halaman jejaring sosialnya, seperti dikutip dari TASS, Jumat (4/12/2015).
"Setelah tiba, setelah melihat wajah sesungguhnya dari para bandit itu, dia bisa saja baik secara pribadi maupun dalam percakapan telepon, untuk mengekspresikan opininya tentang mereka. Mungkin, itulah harga yang harus dibayar oleh Magomed. Kita dapat mengatakan dengan beberapa persen keyakinan, bahwa tangan CIA sedang bekerja di sini," kata pemimpin Chechnya itu.
Magomed Khasiev atau juga dikenal sebagai Yevgeny Yudin tewas di tangan algojo ISIS yang diduga juga berasal dari Rusia. Namun hingga kini, identitas sang algojo belum diketahui.
"Kami akan melakukan segala upaya untuk menciptakan kebenaran. Jika dia bukan militan ISIS, mereka yang bertanggung jawab atas eksekusinya sudah sepatutnya dihukum," tukas Kadyrov.
(ian)