Tangkap 1.300 Imigran, Turki Tuai Kecaman
Selasa, 01 Desember 2015 - 18:02 WIB
Tangkap 1.300 Imigran, Turki Tuai Kecaman
A
A
A
ANKARA - Pihak berwenang Turki menangkap sekitar 1.300 pencari suaka dan imigran di wilayah barat laut negara itu. Para imigran tersebut diduga tengah mempersiapkan diri untuk melakukan perjalanan ke Yunani.
Para imigran itu kemudian dimasukkan ke dalam bus dan dibawa ke pusat penahanan yang kecil dan penuh sesak untuk orang asing yang menunggu dideportasi, seperti dikutip dari laman New York Times, Selasa (1/12/2015).
Aksi penangkapan yang dilakukan oleh Turki ini pun mendapat kecaman dari pengawas hak asasi manusia, Amnesty Internasional (AI). Meski mengaku mengkhawatirkan nasib para imigran, namun AI mengaku tidak terkejut dengan sikap yang diambil oleh Turki.
"Sejak September, kami telah melihat otoritas Turki menahan sejumlah pengungsi. Mereka kerap melakukan hal ini tanpa komunikasi sama sekali dan secara paksa mengembalikan para pengungsi ke negara tetangganya, Suriah dan Irak. Ini tindakan ilegal yang tidak mempunyai hati nurani," ucap peneliti AI asal Turki, Andrew Gardner.
Hingga saat ini, tidak jelas operasi penangkapan terhadap imigran yang dilakukan oleh Turki apakah berhubungan langsung dengan komitmen Turki untuk membantu menampung para imigran atau bukan.
Para imigran itu kemudian dimasukkan ke dalam bus dan dibawa ke pusat penahanan yang kecil dan penuh sesak untuk orang asing yang menunggu dideportasi, seperti dikutip dari laman New York Times, Selasa (1/12/2015).
Aksi penangkapan yang dilakukan oleh Turki ini pun mendapat kecaman dari pengawas hak asasi manusia, Amnesty Internasional (AI). Meski mengaku mengkhawatirkan nasib para imigran, namun AI mengaku tidak terkejut dengan sikap yang diambil oleh Turki.
"Sejak September, kami telah melihat otoritas Turki menahan sejumlah pengungsi. Mereka kerap melakukan hal ini tanpa komunikasi sama sekali dan secara paksa mengembalikan para pengungsi ke negara tetangganya, Suriah dan Irak. Ini tindakan ilegal yang tidak mempunyai hati nurani," ucap peneliti AI asal Turki, Andrew Gardner.
Hingga saat ini, tidak jelas operasi penangkapan terhadap imigran yang dilakukan oleh Turki apakah berhubungan langsung dengan komitmen Turki untuk membantu menampung para imigran atau bukan.
(ian)