Warga Palestina Bentrok dengan Tentara Israel, 12 Luka
Minggu, 01 November 2015 - 20:09 WIB
Warga Palestina Bentrok dengan Tentara Israel, 12 Luka
A
A
A
HEBRON - Warga Pelestina kembali terlibat bentrok dengan tentara Israel di kota Hebron, Tepi Barat, yang kerap menjadi salah satu titik terjadinya aksi kekerasan. Bentrokan itu terjadi saat warga Palestina akan memakamkan 5 pemuda yang tewas dalam gelombang serangan dan bentrokan dengan pasukan Israel yang terjadi sepanjang bulan ini.
Ribuan warga Palestina yang menghadiri pemakaman para remaja, dimana dua diantaranya adalah remaja wanita, di Hebron, Tepi Barat. Mereka melambaikan bendera Palestina dan meneriakkan kata-kata "Kita akan mati, tetapi Palestina akan hidup," seperti disitir dari laman AFP, Minggu (1/11/2015).
Upacara pemakaman ini pada akhirnya berujung pada bentrokan saat pemakaman dimulai. Warga Palestina bersenjatakan batu terlibat bentrok dengan tentara Istral yang menggunakan senjata api. Alhasil, 12 orang warga Palestina dikabarkan terluka.
Sebelumnya, tentara Israel telah menahan 17 jenazah warga Palestina tersangka aksi penyerangan terhadap warga Israel. Hal ini dilakukan sebagai langkah untuk mencegah serangan terhadap warga Yahudi terulang kembali. Belakangan, pihak Israel telah menyerahkan tujuh jenazah guna meredakan ketegangan.
Gelombang kekerasan yang terjadi sejak awal Oktober telah memicu kekhawatiran munculnya gerakan intifadah ke tiga oleh warga Palestina. Hingga saat ini, 11 warga Israel dan 66 warga Palestina tewas sejak meletusnya kekerasan di Yerusalem pada bulan lalu.
Ribuan warga Palestina yang menghadiri pemakaman para remaja, dimana dua diantaranya adalah remaja wanita, di Hebron, Tepi Barat. Mereka melambaikan bendera Palestina dan meneriakkan kata-kata "Kita akan mati, tetapi Palestina akan hidup," seperti disitir dari laman AFP, Minggu (1/11/2015).
Upacara pemakaman ini pada akhirnya berujung pada bentrokan saat pemakaman dimulai. Warga Palestina bersenjatakan batu terlibat bentrok dengan tentara Istral yang menggunakan senjata api. Alhasil, 12 orang warga Palestina dikabarkan terluka.
Sebelumnya, tentara Israel telah menahan 17 jenazah warga Palestina tersangka aksi penyerangan terhadap warga Israel. Hal ini dilakukan sebagai langkah untuk mencegah serangan terhadap warga Yahudi terulang kembali. Belakangan, pihak Israel telah menyerahkan tujuh jenazah guna meredakan ketegangan.
Gelombang kekerasan yang terjadi sejak awal Oktober telah memicu kekhawatiran munculnya gerakan intifadah ke tiga oleh warga Palestina. Hingga saat ini, 11 warga Israel dan 66 warga Palestina tewas sejak meletusnya kekerasan di Yerusalem pada bulan lalu.
(ian)